Welcome to our website !

Tentang Sesuatu

Segalau apapun, pasti tetap tentang sesuatu, entah Tempat atau Teman, entah Pendapat atau Pengalaman.

bersama mas-mas, melepas kami di DMK

35 hari petualangan sudah usai. waktunya kembali ke negeri tercinta. hari itu 7 maret, kami diantar oleh pihak supir KBRI ke bandara, dan jelas tiga mas teman kami satu apartemen turut mengantarkan. pokoknya big thanks banget buat mas Arman dan mas Achank yang udah banyak bantu, dan buat mas Riky yg yang pernah seharian menemani pencarian jersey >,< (dia baru pulang dari kamboja, jadi baru akhir-akhir gabung sama kami).
dinner 504, by mas Achank & mas Arman

akan sangat banyak yang saya rindukan dari kota Bangkok, terkhusus transportasi yang super nyaman, tingkat keamanan, dan ke-jarang-an asap rokok + bunyi klakson. sepertinya itu tiga besar hal yang benar-benar saya harapkan ada di Indonesia. tapi soal makanan, lidah gak bisa bohong, selera  20tahun jelas tidak akan dengan begitu mudah berubah.
pulaaaaang.. ke Surabaya yang penuh polusi, dengan berbagai tanggung jawab yang menanti
terimakasih Bangkok, sudah jadi bagian yang mengesankan :) selamat berjumpa lagi di lain hari ^^
Tentang magang ya, seharusnya ini jadi kisah paling panjang, karena 5 hari dalam seminggu, dari jam 8 sampai jam 5, selama empat minggu dihabiskan di wilayah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok (KBRI Bangkok). FYI, KBRI Bangkok salah satu KBRI terbesar. Di lahan yang sama, KBRI Bangkok punya sekolah Indonesia-Bangkok, buat para diaspora Indonesia, dan juga wisma yang tergolong gede. Ada beberapa atase dan fungsi, tapi untuk program magang, tersedia lima pilihan: Fungsi Ekonomi, Atase Politik, Atase Perdagangan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, dan Fungsi Penerangan Sosial Budaya. Nah, karena kami berenam maka kami diharuskan rolling di setiap minggunya.
bagian luar KBRI



Di minggu pertama, saya dan tsabitha berkesempatan ke PenSosBud. Kantor paling cozy deh, penuh barang display budaya. Atasan kami: Pak Gofar. Ada juga staff lokal (orang Thai) namanya Phi Namon, dan staff dari Indonesia, Mas Aji. Mereka berdua itu khas banget, mas Aji kayak mas beruang dan orangnya flat sekali, bikin gemes si anak-anak magang. Kalo phi (sebutan ‘kakak’) Namon, bahasa inggisnya agak lucu, tapi orangnya baik banget. Di minggu ini, kami berdua awalnya sudah kebagian tugas buat manage pertemuan radio dan majalah Thailand buat wawancara sama pak Lutfi Rauf (Duta Besar). Di minggu ini juga kami berkutat dengan Koran untuk membuat laporan dwi-mingguan. karena fungsi penerangan, jadi kantor ini sangat sering berurusan dengan media. Selain itu, yang paling seru ya, kami bantu nyiapin acara Angklung Night, pergelaran seni besar yang diadain KBRI dan mengundang orang-orang besar di Thailand. Sayangnya, acara itu berlangsung 12 Maret, dan kami sudah harus kembali ke ‘rumah’ tanggal 7 Maret-nya L
undangan angklung night

ohya, saya merasa tidak kebetulan ada di fungsi ini di minggu pertama, karena saya langsung kenal phi Namon yang akhirnya mengenalkan saya ke gereja BIC (Bethany International Church) di Bangkok, yang notabene melayani ibadah dalam bahasa Indonesia (dan Thai, dan English). Eh usut punya usut, dia ikut gereja di situ karena phi Namon emang lagi ber-relationship sama orang Indonesia yang udah lama tinggal di Bangkok. Orang Batak lhoo.. pas saya sadar, di kantor PenSosBud gak ada diplay kain ulos, ya sontak kaget lah, nah kan bang Haris (sekarang sudah jadi suaminya phi Namon) orang Batak, nah ternyata si abang dan keluarganya ini emang uda lahir dan besar di Thailand, jadi jangankan ulos, bahasa Batak-pun tak bisa tapi bahasa Thailand lancar. Akhirnya, ulos dari Bang Riswan –atas seijinnya- saya serahkan ke kantor PenSosBud, ya cara sederhana melestarikan budaya bangsa, walaupun bukan suku saya sih ^^


buku yang mengisi waktu luang
Di minggu kedua, saya di fungsi ekonomi, bareng si Putri. Kata Putri, nganggur banget di kantor ini, mana tempat meja kami ada di sejenis gudang -_- bukan di ruang utama. Ternyata, gak nganggur juga, saya dan putri ditugaskan menuliskan beberapa dokumen, dan membuat beberapa review. Kalo uda nganggur ya, di fungsi ini jadi krik krik banget, si putri watsapp’an mulu sama si Aris, cowoknya, nah saya? Hanya bisa bermain onet >,< yang berkesan karena saya bisa ikut sidang UNESCAP dan seminar kementerian luar negeri di IDIS (Institute of Diplomacy and International Study), yang menghadirkan orang penting kedua di kementerian luar negeri Thailand. Dua momen penuh ilmu deh pokoknya. Di kantor fungsi ekonomi ada pak Wasana, lulusan Unair, jadi ya semacam nostalgia, beliaunya cerita-cerita. Yang berkesan dari beliau, selain traktirannya, adalah pesan sederhana favorit saya: “kalau nikah sama anak teknik aja” dan satu lagi, quote-nya: “usia 20an itu adalah usia ketika dunia terlihat begitu misterius”


Di minggu ketiga, saya berpindah ke atase perdagangan. Menurut Bella dan Tsabitha yang sebelumnya disini, ini kantor paling hectic, dan ternyata itu benar. Hectic banget, telpon berdering tiap waktu. Di kantor di temani dua staff, satu mbak Merry orang salatiga, dan phi Prim, orang Thai. Dua-duanya seru abis, enak sekali diajak ngobrol. Ohya, ada bu Ida sebagai ibu Atase, orangnya tegas sekali, belajar banyak dari beliau. Selama di kantor ini, saya ditugaskan membantu membantu menjawab email perusahaan Thailand yang mau berbisnis dengan Indonesia. Misalnya tentang prosedur ekspor pelumas, perihal SNI, dan prosedur ekspor kaolin yang ditanyakan beberapa perusahaan Thailand. Ya cukup sibuk, tapi benar-benar belajar banyak. 

meja saya di atase perdagangan

Sebelum pulang ke Indonesia, bu Ida sempat mengajak kami makan malam eksklusif di Bayoke, titik tertinggi di Bangkok, lantai 89. Makan puas malam itu, karena bertipe all you can eat. Benar-benar ALL, dari sushi, pasta, chicken wine (pake wine asli di bumbunya, teman muslim tidak ikut mencicipi. Ini sulit ditemukan di Surabaya, akhirnya bisa coba!!), dan banyak menu dengan porsi semaunya. Yang berkesan dari makan malam ini adalah lima mas-mas yang nari dan nyanyi pake peralatan dapur, yang so entertaining! Setelah makan, kami bersama bu Ida, mbak Merry, dan phi Prim naik dan menikmati Bangkok dari atas, terasa mimpi menikmati ini :’) phi Prim juga sempat membuat kami have fun maen bowling di Siam Paragon. Kalo mbak Merry, ngajak gowes puter-puter taman, tapi saya gak ikut karena itu hari minggu dan tidak mungkin melewatkan ibadah ^^

bowling - Siam Paragon
phi Prim dan kami ber-6

Minggu terakhir, saya di atase pendidikan. lagi-lagi, kata temen-temen di atase ini nganggur pake banget, tapi untungnya saat saya disana, tidak demikian. Tugas yang saya lakukan, me-manage kunjungan beberapa universitas baik ke KBRI dan ke universitas di Thailand. Satu yang tidak saya duga adalah, saya kedapatan mempersiapkan acara Camp Tech, acaranya ITS yang berurusan dengan beberapa universitas besar Thailand. Ah, sepertinya saya emang berjodoh sama anak teknik :) (ngarep total). Hehe ohya, di atase ini ada pak Yunardi yang punya suara sungguh-sungguh berwibawa, dan sangat baik! Ada juga phi Meg, pak Darmanto, dan Mrs.Supit. cukup hectic di minggu itu, ‘nganggur’ sama sekali tidak ada, dan itulah yang saya cari. Udah jauh-jauh kesini, jangan sampai di kantor cuma duduk-duduk aja kan? ^^

thainichi institute, bersama pak Dubes
Selain kegiatan di kantor-kantor itu, pak Suargana, yang begitu baik juga membuat kami belajar tentang prosedur ke-konsuler-an J
Kami juga sempat diajak ke Thai-Nichi Institute bersama Bapak Duta Besar, Lutfi Rauf. Ini institute teknik, kerja sama Thailand-Jepang. Ah lagi-lagi merasa begitu berjodoh dengan anak teknik ^^ bahkan saat di negeri orangpun diijinkan mampir kampus-nya anak teknik
tarian Thailand dan Jepang - Thai-Nichi Institute

Bagian yang melelahkan dari magang Cuma satu: heels. 9 jam tiap harinya dengan hak tinggi, cukup menyiksa. Tapi overall, merasa sangat beruntung dan terberkati selama empat minggu magang disini ^^ puji Tuhan..

di taman deket apartemen, pulang magang

jam setengah 6 malam ini, masih terang gitu ^^




akhirnya sedikit menulis tentang Bangkok, dan petualangannya..
ada banyak hal yang tidak disangka bisa terjadi di tengah masa petualangan. salah satunya yang paling menakjubkan adalah pengalaman ini: sidang UNESCAP (United Nation Economic Social Commission for Asian and the Pacific). benar-benar sidangnya! oh, kesempatan emas ini Tuhan berikan :') salah satu staff KBRI Bangkok mengajak saya dan satu teman saya mengikuti sidangnya, rasanya merinding haru, benar-benar ikut di sidang yang dihadiri beberapa perwakilan negara. dan bertemu langsung dengan Noeleen Heyzer, sebagai executive secretary UNESCAP, yang selama ini hanya saya lihat di layar laptop. ah.. membayangkan pun tidak.

doakan saja saya, supaya sesegera mungkin bisa kembali mengikuti sidang semacam itu, namun sebagai perwakilan dari Indonesia ^^




ah gak terasa sudah seminggu ada di negara orang ^^
dan peringatan seminggu disini, ditandai dengan dua hal LUAR BIASA :')
jadi, dompet saya jatuh :( dan 5 jam tidak menyadarinya samasekali..
saat ditengah pekerjaan di salah satu departemen di KBRI Bangkok, ada telpon mencari saya dan ternyata itu adalah satpam KBRI..dengan nada sedikit marah menunggu kehadiran saya di pos satpam, sebelumnya saya bergegas mengecek tas dan deng deng deng ternyata dompet saya tidak ada disana..  ada seorang security dari Pantip Plaza (semacam HItech Surabaya) yang ada di pos satpam sambil membawa beberapa kartu identitas saya :( dan hanya terlintas bahwa hanya itu yg tersisa :( hanya kartu.. uang, atm, dan semuanya raib..
dengan bahasa Thailand (yang samasekali tidak teraba) satpam Pantip dan satpam KBRI itu mengajak saya ke kantor security Pantib.. berjalan dengan kecepatan super yang hampir tidak saya imbangi karena terhalang heels 7cm ini.. dan sampai disana, ada satu satpam lain memegang dompet planet ocean yang saya tahu jelas itu milik saya.. dia menyerahkan ke saya sembari bicara "go check your money".. saya segera check, dan uang saya utuh..
rasanya shock dan takut itu musnah seketika :') dan beruntungnya saya diberi kesempatan bertemu dan berterimakasih secara langsung ke bapak cleaning service yang menemukan dompet saya itu.. bapak tua yang lebih pendek dari saya, menangkupkan tangan, dan saya balas dengan bahasa tubuh yang sama sambil berkata "kapkhunka" :')
untungnya dompet saya ditemukan orang yang bertanggungjawab.. jika tidak, entah apa jadinya :(
sudah, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.. ^^ dan pelajaran untuk jauh lebih berhati-hati..

tepat setelahnya, kami diajak untuk mengikuti acara seminar di Thai Nichi, sebuah Institut Teknologi kerjasama Thailand dan Jepang.. rasanya? senang sekali.. pertama, karena langsung menemani bapak Lutfi Rauf (dubes Indonesia untuk Thailand) untuk memberikan materi dan duduk di deretan kursi tamu khusus.. bahkan merasa tersanjung karena dalam materi yang dibawakan pak Dubes, beliau mengajak mahasiswa Thailand untuk mengunjungi Indonesia, dan 'menggunakan' kami berenam sebagai contoh untuk mereka. faktor sekunder kebahagiaan saya hari itu adalah, karena itu tempat kuliahnya anak teknik.. hahaha siapa yg tidak tahu bahwa calon suami idaman saya adalah orang teknik?? teman-teman magang langsung serentak tersenyum kearah saya, sudah sangat hapal bagaimana seriusnya saya mengidolakan anak-anak teknik ^^ hehe
sayangnya, seminar itu diadakan fakultas bukan universitas.. jadi kebanyakan yang mengikuti adalah mahasiswa International Management.. but, its okay.. ini benar-benar kesempatan langka ^^ puji Tuhan..

oke, hari ini luar biasa.. mari kita lihat apa lagi yang akan Tuhan kerjakan :) 

dan akhirnya sampai di Thailand.. rencana magang, terealisasi juga..
terseok-seok rasanya, ngumpulin duit.. ngumpulin keberanian :')
dan keinginan untuk menginjakkan kaki di negeri orang akhirnya keturutan ^^
puji Tuhan..
dengan bermodal 11 lembar pecahan terbesar mata uang disini, petualangan 35 hari akan dimulai..
terimakasih buat Tuhan Yesus pastinya ^^ buat mama + papa angkat + cece juga yang banyak saya rempongkan.. dan tim magang luar biasa Tsabitha, Anggi, Bella, Okki, dan Putri ^^

keberangkatan dimulai dengan spot jantung akibat Adit, satu teman yang akan mengantarkan tidak kunjung datang, di 90 menit sebelum keberangkatan, atau 30menit sebelum check-in..
rasanya keringat dingin, mengingat kosan-juanda sangat sangatlah padat..
tapi untungnya sampai tanpa terlambat ^^ huf..
'dilepas'-lah keberangkatan saya dengan kak Ajeng, si Limbong twin saya (yg kebetulan sedang di Surabaya), Adit, dan MAMA :)
beruntungnya, di penerbangan pertama ini, saya duduk di sisi dekat jendela.. senang sekali :D hoho

4 jam kemudian, kami sampai di DMK, Thailand, dan kami BINGUNG. tapi beruntungnya ada dua kenalan orang Indonesia yang banyak membantu, dari menjelaskan transport, menjemput di bandara, dan yang terpenting membantu berkomunikasi dengan para warga..
ada mas Hasan dan mas Arman yg keduanya adalah orang makassar.. ^^ thanks so much..


bersama ocik, sahabat saya dari maba ^^

hari pertama sangat melelahkan, tapi seru.. makan malam pertama, sejenis mie curry laksa Malaysia, tapi versi Thailand, Tom Yum seafood seharga 55baht.. makanan mie berkuah santan penuh rempah dan sangatlah pedas tapi nikmat.. semangkok besar pun habis tersantap, walaupun dengan banyak menghabiskan air dan tissue >,<

malam pertama di negeri orang.. :) belum banyak yg terlihat berbeda.. mari kita lihat hari-hari besok :D selamat tidur \^o^/
kalau kamu mengejar dua kelinci dalam waktu bersamaan, keduanya akan lepas..
nasihat ini terakhir saya dapat ketika dilema besar untuk memutuskan niatan untuk mengambil double degree atau melepasnya, pasca pengumuman SNMPTN kedua dalam hidup. ya, antara HI 2009 dan Hukum 2010. dilema besar akhirnya kembali saya rasakan, tentang fokus yang harus saya perjuangkan, antara SKRIPSI dan going abroad for internship program. jika saya akhirnya memilih berangkat, pasti itu menunda segala progress pengerjaan skripsi dan jelas berimbas ke tertundanya wisuda.. tapi, jika saya memilih menomosatukan skripsi, saya menyianyiakan kesempatan emas ini..

dan kepada siapa lagi kita bisa mencari jawaban terbaik selain kepada pencipta yg begitu berdaulat?

pergumulan di mulai.. berkutat dengan pertanyaan.. gimana respon keluarga jika tahu ekspektasi mereka ke saya tidak berhasil terwujud, dari mana dapat uang untuk bayar SPP tambahan 1 semester akibat mundurnya wisuda? dari mana uang untuk berangkat?
ya banyak pertanyaan.. mana yang harus saya perjuangkan..
hingga akhirnya jawabanNya termanifestasi dalam banyak cara. di detik-detik penting sidang I (pra-skripsi) dosen bimbing saya terbang ke palu dan lanjut ke filipina untuk urusan pekerjaannya. dan tiba-tiba, saya dan tim magang mendapat kabar kamar apartemen yang begitu terjangkau. pertanda lain adalah dua diantara 3 dosen penguji tidak hadir untuk menguji pra-skripsi saya, dan harus ada jadwal tambahan lain untuk bertemu secara privat dengan masing-masing beliau, dan tidak lama terdengar kabar kami menemukan tiket promo AirAsia yang begitu terjangkau untuk terbang ke negara gajah putih tersebut.

ya, saya merasa Tuhan memudahkan semuanya untuk going abroad, dan menyulitkan semuanya tentang skripsi. hingga akhirnya dengan keluguan, saya memilih untuk BERANGKAT. membeli tiket dan mengurus surat-surat yang diperlukan..

ya itulah, artinya saya menunda kelulusan.. terus berharap saya tidak salah mengintepretasikan jawaban dari-Nya ^^

oke, hello Bangkok \^o^/