Welcome to our website !

Tentang Sesuatu

Segalau apapun, pasti tetap tentang sesuatu, entah Tempat atau Teman, entah Pendapat atau Pengalaman.

Saya tahu bahwa kebaikan Tuhan bukan hanya soal memberikan kemudahan tapi juga tentang kekuatan saat hal sulit terjadi..

Tapi yang saya baru tahu adalah hal ini: 

Ternyata Kebaikan Tuhan juga soal bagaimana Dia memampukan kita PULIH dari sesuatu yang sangat berat melukai..

Minim mawas kita tidak sadar bahwa ternyata merupakan berkat besar untuk kita diijinkan kembali melanjutkan hidup ini dengan sebuah cara pandang yang dipulihkan, bahwa hari depan menyimpan banyak sekali keindahan dibandingkan segala luka yang terjadi di hari lalu. Saya bersyukur sebagaimanapun kemelut keluarga saya dulu, hari ini saya boleh berdiri dengan kepercayaan bahwa saya bisa membentuk keluarga yang jauh lebih baik ke depan. Tidak ada skeptisme, hanya ada iman yang terus dirangkai dalam usaha dan doa.





Untuk tetap percaya setelah dikecewakan
Untuk mau mengusahakan yang terbaik di masa depan, tanpa dihantui kegagalan yang lalu
Untuk tetap mengasihi bahkan usai disakiti
Semua ini adalah berkat-tak-tersadari yang dapat saya (dan Anda) nikmati


Kebaikan Tuhan (sekali lagi) bukan hanya soal memberikan kekuataan SAAT hal buruk terjadi tapi juga memberikan pemulihan SETELAH hal itu terlewati..

ada yang menaruh hatinya pada seni
kadang tentang seperangkat nada
kadang tentang rasa puas dari goresan di ujung kuas

tak sedikit yang terpana pada megahnya semesta
kesana kemari membawa hidup pada carrier yang tinggi

ada yang meletakkan cintanya pada olahraga
menjaga fisik prima untuk meraih rasa bangga

ada yang melekatkan asmara pada gaya
mendesign pakaian atau sekedar terampil memadupadan

ada juga yang jatuh cinta pada pemuas lidah
dengan memasak, dia menambah bahagia

ada yang terpaut pada aksi sosial
memberi makna pada mereka yang kadang terlupa

banyak juga yang memilih menari dalam kata
saat gubahan tulisan menjadi simbolis keterbukaan besar

ada sebagian yang memilih tetap serius
menggeluti dunia penelitian akademis
mencipta dan menyimpulkan sesuatu yang berguna

ada yang tidak bisa move-on dari fotografi
memantabkan presisi lalu jepret sana sini

ada pula yang memang cinta pada dunia wirausaha
satu hal kecil bisa berubah jadi ide bisnis di benaknya




Lalu, di antara itu semua manakah yang lebih baik? TIDAK ADA. Tidak ada yang lebih baik satu dari lainnya. Cinta yang berbeda itu ada dimana-mana, tak bisa kita menghakimi bahwa satu bidang menjadi lebih penting atau lebih remeh dari lainnya. Semua panggilan hati itu berharga, selalu ada kemungkinan dan semoga selalu ada cukup kesempatan untuk menjadikan itu sebagai sesuatu yang berguna untuk sesama.
kadang saat kamu sudah benar-benar lelah, Tuhan merayu dengan mengabulkan harapan yang hanya kamu bisikan atau menyelipkan semangat lewat pujian sekitar :)



Seharusnya tulisan tentang ini sudah terpampang disini sebelum tahun berganti. Ketika sepi kabar baik, dua hidangan penutup tahun 2014 adalah kabar saya memenangkan lomba menulis cerita travelling inspiratif dari Kompas dan kabar menjadi kontributor Love Journey. Dimulai dari meneliti jejak karir senior jurusan saya, Mas Lalu Abdul Fatah yang memang serius berkecimpung dalam dunia menulis, sayapun tergoda melakukan strategi yang tidak jauh berbeda (walaupun sepertinya dalam kadar yang masih terlampau tak sama). Bermula dari kesetiaan mengikuti lomba-lomba lalu menjadi kontributor, menerbitkan buku sendiri, lalu berkarir di dunia literatur. Terbersit keinginan serupa untuk menerbitkan buku. Itu pendeknya. Sama seperti pegiat mimpi lain -tidak bisa disangkal- ada kalanya memang kita merasa impian kita terlalu muluk dan ada saatnya kita bahkan mempertanyakan bijaksanakah pilihan untuk ngotot terhadap satu intuisi. Di tengah saya mengalami itu, Tuhan yang Maha Asik memperlihatkan restuNya lewat satu prestasi kecil ini. Dia selalu layak terhadap prasangka baik kita.

Soal antologi, sebenarnya ini yang kedua. Tulisan pertama saya yang terabadikan dalam buku adalah lewat buku Share His Glory, yang diterbitkan oleh Gereja. Walaupun memang berlabel "untuk kalangan sendiri" tapi setidaknya saya tahu ada beberapa orang yang tidak saya kenal yang sudah membaca kisah saya dan berharap mereka terberkati olehnya.




Keinginan saya tiba-tiba bertutur tentang ini disponsori rasa bahagia yang memuncak satu pekan penuh yang lalu. Tautan menuju salah satu tulisan saya berkeliaran di sosial media dan memancing ratusan pengunjung di blog usang ini. BEYOND EXPECTATION. Berbagai kawan bahkan menghampiri dengan genggaman apresiasi. Sungguh itu bermakna besar, belum pula kenyataan melihat ucapan terimakasih karena tulisan saya tersebut telah menyadarkan sesuatu. Sepertinya itulah keindahan membagi tulisan. Sebuah hobi yang hampir saya kubur mati. Satu teman bahkan datang dan dengan tulus berkata "terima kasih karena sudah menulis ya dis." Bagi saya, baik prestasi menulis ataupun apresiasi pembaca adalah cara Pencipta merayu saya untuk tetap menari dalam kata.

Entah kapan dan entah apa bisa saya merealisasikan mimpi menerbitkan buku, masih tanda tanya. Pencipta hanya merayu dengan tanda seru: " tetaplah menulis!"



"Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu"

begitulah sebuah lirik lagu berbunyi. dan itulah juga yang sering terjadi. ini adalah tulisan yang saya temukan diantara tulisan berdebu di note facebook. kejadiannya 21 Januari, di kala saya masih memakai seragam putih-abu.

"liburan yang menyenangkan walaupun hari-hari sebelumnya seperti ruangan gelap karena terlambat membayar tagihan listrik.

aku, reni, adam, bagus, gita, dan renny, bermula dari kejenuhan menghabiskan waktu liburan tanpa petualangan. kita memutuskan pergi walau tak jauh, menghirup udara liburan yang identik dengan sebuah kebebasan dari rutinitas untuk mengerjakan PR dan berkutat dengan ulangan
pagi itu cerah serasa awan kelam pun cuti menampakkan diri. Namun semua berubah tanpa permisi untuk menyuramkan langit dan menyembunyikan senyuman mentari. Mendung datang dan hati pun mulai kalut. “byuuuuuuurr” hujan pun tak tertahan tumpah membasahi liburan ini . Tanpa sungkan sang tetesan air hujan perlahan namun pasti makin membuat kami menggigil seraya dengan super keotomatisannya gerombolan gerutu pun menetes dari bibir kami

Kami pulang. Beberapa jam kami sampai dan mencoba memperbaiki penampilan. Entah angin apa yang terhembus waktu itu hingga dengan segera tawa memecah suasana, tetangga tertawa melihat aku dan yang lain basah kuyup serta mengertakan gigi tanpa remote control.

sontak saja kami pun merasa konyol, langit pun tak mau ketinggalan untuk beri peertanda yang indah, aku mempelopori untuk melepas alas kaki dan keluar dari teras rumah itu, menengadahkan wajahku melihat betapa indah cara langit menumpahkan air kehidupan. Aku mulai tersadar ini terlihat sangat bodoh di mata para sahabatku dan yang paling bodoh mereka mengikuti kebodohan ku ini. benar memang, "good friends never let their friend, do silly things ... alone" Mereka turut terjun dan kita pun bernyanyi. Menikmati liburan indah ini dengan patuh pada kata peribahasa 'sudah basah mandi sekalian'

sebenarnya simple. Dari kehujanan jadi hujan-hujan, sebuah pembiasan dari metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu yang harus melalui tahap menjadi kepompong. Dan kepompong inilah yang aku beri nama “ persahabatan “

aku bersyukur Tuhan membuat perahu ku singgah ke sebuah pelabuhan yang bernama persahabatan, saat aku lelah mendayung dalam samudra perjalanan kehidupan. Di pelabuhan ini aku belajar, mengerti bahwa mentari selalu bersinar dengan indah jika kita menikmatinya, aku mencoba memahami betapa suci udara pagi saat kita tahu bahwa di belahan lain dari bumi dan tatanan galaksi ini ada sudut yang terjamah oleh molekul udara yang menyejukkan hati."

sumber foto : www.livethroughtheheart.com


Banyak hal indah yang Tuhan ijinkan aku pelajari melalui sebuah persahabatan.
dan kali ini, mengingatkan saya pada sebuah petuah terkenal
"life isn't about waiting for the storm to pass, it's about learning how to dance in the rain"
Setelah berjam-jam menghabiskan waktu sendiri dengan cemilan di sebuah tempat makan populer.. di tengah keasyikan saya menjelajah dunia pinterest, seorang teman SMP saya muncul di layar aplikasi sosial media. Dengan berbagai emote dia menceritakan kesedihan yg mendalam akibat kandasnya hubungan yang telah dirajut tujuh tahun lamanya.

Tak berselang lama, teman SMP lain, muncul di aplikasi sosial media yg sama. Dengan nada bangga bercerita bahwa telah menuntaskan jenjang kuliahnya. Bukan saja tepat waktu, tapi juga dengan catatan yang memuaskan.

Lalu, saya terhenyak mengingat bahwa tepat sehari sebelumnya hal senada terjadi.

Sahabat kuliah saya, seorang laki-laki yg kini merantau di ibukota, meminta waktu khusus untuk bertelepon dengan saya. Betapa senyum merekah melihat kawan saya ini sedang jatuh cinta. mendengar suara berselingtawa yang mengisyaratkan asmara yang nyata.
Tepat di waktu yang sama -di HP yang berbeda- kawan kuliah saya yang lain bertutur sedih lewat teks tentang ancaman tertunda yudisium akibat kesalahan yang bukan dari dirinya. Ikut khawatir jelas saat itu, karena saya tau persis sulitnya perjuangannya menuju gelar sarjana.

dua hari berturut-turut
dua kawan SMP
dua kawan kuliah
dua kisah sedih
dua kisah bahagia

Kebetulan ini tidak mengubah hidup saya secara dramatis, hanya harus diakui menjadikan saya lebih paham pada ungkapan lawas bahwa hidup seperti roda itu masih relevan. atau lebih manisnya. seperti naik bianglala: "sometimes you're up, sometimes you're down. in the end you just have to learn enjoy the ride (and found good friend to be with you)"

Pergantian suka dan duka, baik bagi kita sendiri atau hidup orang sekitar kita, siapa yang bisa mengaturnya kecuali sang Pencipta? Mendung dan terik datang bergantian. Itulah yang membuat kebijaksanaan dapat tumbuh di kehidupan.




Bagian penting lain yang tak kalah berkesan adalah, kesiapan ada di sekitar alat komunikasi. Kita tidak akan tahu kapan seorang kawan mencurahkan berbagai keluhan atau keceriaan. Kita tak bisa meraba kapan mereka menghampiri minta pedapat. Kita harus siap di sana, menjadi sahabat bak seorang suami yang istrinya sedang hamil tua. Mungkin memberi masukan, tapi seringnya sekadar memberi telinga untuk mendengarkan :)
"Seorang lelaki mengetuk pintu rumah temannya, seorang Badui, untuk meminta pertolongan: bisakah kau meminjamkan padaku empat ribu dinar untuk membayar utang?
Temannya menyuruh istrinya mengumpulkan semua barang berharga mereka, tapi tetap saja jumlahnya tidak cukup. Mereka terpaksa pergi meminta-minta kepada para tetangga, sampai terkumpul jumlah yang dibutuhkan. Setelah orang itu pergi, si istri melihat suaminya menangis.
Kenapa engkau bersedih? Apakah engkau takut kita tidak akan sanggup membayar utang-utang kita kepada para tetangga?
Tidak, bukan itu. Aku menangis karena dia sahabatku yang kusayangi, tetapi aku tidak tahu-menahu tentang kesulitan-kesulitannya. Aku baru tahu setelah dia datang mengetuk pintu dan meminta pinjaman uang"

.......

Kutipan diatas diambil dari adegan dalam bagian akhir tulisan pengarang yg sedang membuat saya tergila-gila: Paulo Coelho.


Saya suka sekali bagian itu, karena dari sana tercerminkan ketulusan persahabatan. Tertunduk lesu bukan karena tak dapat menolong, tapi karena tak cukup peka untuk bertanya. Termakan asumsi bahwa "dia baik-baik saja karena dia masih bisa tertawa"

Kebiasaan buruk seorang kawan adalah sikap sok tahunya. Dia mengira tahu banyak, sehingga jarang bertanya. Lalu dia mengira akan baik jika dianggap berjasa tautu dengan menghujani kawannya yang susah dengan berbagai nasihat.

Sikap sok tahu yang akhirnya membuat dia terlambat tahu. Tragis!

Padahal, kadang yang dibutuhkan bukan kalimat "Tuhan pasti sediakan yang terbaik" atau "semua akan indah pada waktunya"
Buka saja alkitab, lalu kau bisa tahu.
Bahkan untuk sebagian orang tak setitik lagi ragu akan hal itu.

Bukan pula sekadar kata "semangat"
satu kata kadang ampuh, seringnya lumpuh.
Jadi wujud pelarian dari pencarian respons yang relevan.

Bukan juga nasihat "menurutku lebih baik ..." beri itu ketika diminta, sodorkan itu di waktu yang tepat, karena salah satu kebijaksanaan besar dalam persahabatan: tidak terburu-buru.

Biarkan sahabatmu datang, membanjirimu dengan keluhan. Berbanggalah, karena jika dia melakukan yang demikian, maka artinya kau sudah diperhitungkan.

Kau boleh memilih, tapi alangkah indah kau belajar berperan ganda. Kadang memaksa mereka bercerita hingga air mata tumpah. Kadang membiarkan mereka lupa sejenak akan masalah, lalu menikmati tawa yang renyah.

Lalu dengan sorot mata tulus antusias mendengarkan segala cerita, sinergikan tubuhmu membahasakan keyakinan: "whatever will appear in your life ahead, you know that I get your back. just come, sit a while and tell me everything you want. I'm here"


Hargailah setiap keluh kesah, atau luapan syukur yg bahkan menurutmu biasa saja. Berhati-hatilah akan responmu, karena dari satu kalimat benih kepercayaan dapat bertumbuh atau justru terbunuh.
mendaki gunung membuat kita tahu bahwa "kopi dan kawan, sama hangatnya"
dan mengunjungi pantai membuat kita tahu "air kelapa dan tawa sahabat sama segarnya"

Bali 2012
karimun jawa 2014



setelah menulis tentang Kak Jonathan, Artha, dan Sinta, sahabat keempat yang ingin saya abadikan dalam tulisan adalah Helen Florensi Oleh.
kami kenal, karena ada di fakultas yang sama. aktif di persekutuan FISIP yang walau sangat terbatas tapi telah menjadi rumah bagi hati kami. di hampir full empat tahun saya menjalani pelayanan, saya ber-partner dengan dia.

tapi ternyata, cerita kami diperkaya dengan kesamaan antusiasme perjalanan. Entah sudah berapa kali kami berdua menjelajah siang bolong Surabaya untuk mengunjungi berbagai tempat makan baru.
bahkan bersepeda motor berdua ke Malang, juga melakukan hal yg serupa.

dia partner perjalanan yg super kece! tipe penjelajah yg praktis dengan kamera semi SLR kebanggaannya.
seorang cewek yang super simple. serta pastinya, sosok sahabat selalu berusaha ada untuk mem-back-up orang terdekatnya.
dan saya beruntung menjadi salah satu "orang terdekat" itu :)




kurang dari sebulan lagi saya akan bertambah usia..
saya ingat juli tahun lalu adalah satu bulan yg sangat luar biasa.. saya rindu meminta hal serupa tahun ini. penuh dengan adegan bahagia. seketika saya menyadari betapa kita acap kali terjebak dalam pengandaian tertentu. misalnya untuk memiliki kekuatan super untuk memperpanjang durasi bahagia dan men-skip bagian tak gembira. dan itulah yg saya alami, setidaknya menjelang datangnya bukan juli.

namun sepertinya, akan menjadi menjemukan jika kita mampu men-skip bagian-bagian duka dalam perputaran skenario hidup ini.
dan untungnya tak ada satupun manusia yg cukup super melakukannya.
ketidakmampuan yg melegakan!

cita-cita masih rapi di angan. kadang redup kadang membara. tapi ada kalanya kita perlu mengumpulkan nyali menghadap masa depan dengan melihat bagaimana penyertaan Tuhan di waktu lalu. dan melihat hal yg TELAH berlalu, saya tak ada alasan untuk meragukan apa yang AKAN terjadi. Dia berdaulat, dan selalu begitu.

ohya, belakangan saya sedang dilimpahi syukur akibat memiliki sahabat-sahabat baru. pertemanan unik dr tempat kerja yg justru baru erat di penghujung waktu..
entah kapan persahabatan dimulai, itu tidak penting. memiliki orang yg bersamanya kamu bisa mentertawakan hidup, itu yg penting.

saya ingin masa-masa penghujung 21 menjadi berarti. berusaha menghentak otak untuk berhenti bertanya apakah di usia berikutnya, kisah saya akan menjadi sesuatu yg dapat dibanggakan di blog ini.

sama seperti episode manapun dalam hidup, tak ada secuilpun bagian yg dapat ditebak. tapi bayangkan saja betapa membosankan hidup ini jika semua dapat diterka dengan mudah.
dan atas kemisteriusan hidup ini, saya memuja-Nya.


ini adalah salinan teks ucapan perpisahan saya di kolega satu tahun yg berkesan bagi saya.

kepada pak wahyu yg jadi partner ngobrol politik yg sangat seru.
pak andreas, pak vincent, dan pakTe yg membuat saya merasa posisi bangku saya sangat strategis krn dikelilinhi orang-orang yg menyenangkan. menceriakan masa-masa membosankan.
kepada miss melita, yang jadi satu-satunya guru yg ingat dan tulus berkata enak pada puding buatan saya. dan menjadi sosok yg sangat rendah hati bagi saya.
buat miss yuland dan lao shi henny yg jadi teman curhat kisah percintaan saya.
buat pak nico partner mengerjakan berbagai tugas, yg juga selalu positif mendukung hobi menulis saya.
buat pak Robin yg pernah berkata "que sera sera" di saat yg sangat tepat ketika saya begitu tertekan, dan akhirnya berhasil menenangkan saya.
buat miss michelle teman ngobrol badminton dan destinasi wisata indonesia. dan mengajarkan satu lagu yg begitu berkesan bagi saya.
buat miss rina yg selalu memberikan respon positif setiap saya selesai membawakan renungan
pastinya juga buat miss nancy teman sekos saya, yg sangat sering mendengarkan kegalauan tentang pergumulan pekerjaan dan memberikan masukan yg begitu memberkati.
saya juga menemukan sosok yg begitu saya kagumi disini, yaitu miss leona dan miss kenyo. dari berbagai karakter yg beliau2 ini miliki, terkhusus pembawaan lemah lembut nan keibuan.

di sekolah ini, yg paling saya kasihi adalah siswa kelas 9, lalu 7D, dan baru belakangan ini saya menyadari betapa saya jatuh cinta dengan kebersamaan di ruang guru ini.

terimakasih atas teguran, tawa, nasihat, cerita, dan semuanya :)

tidak ada saat yg terlihat tepat untuk berkata selamat tinggal, tidak ada saat yg terlalu tepat untuk mengakhiri sesuatu yg berarti. dan saya tidak meminta apapun selain spy bapak ibu guru tetap memperhitungkan saya sebagai seorang teman walaupun tak lagi jadi rekan kerja :)
ini kisah bukan tentang pasangan. ini hanya antara guru dan siswa yang di pertemukan di satu sekolah dan menemukan banyak sekali hal cocok antara keduanya.

setiap siswa bisa duduk diam mendengarkan pelajaran, menjadi pihak yg "tidak lebih tahu" dibandingkan guru. tapi guru yg beruntung adalah yg menemukan siswa yg juga berdiri memiliki wawasan lebih dari dirinya sendiri.
sepertinya saya ada dalam hitungan "beruntung" itu.. karena saya memiliki murid semacam itu: kathleen (dan nama-nama lain yg akan saya tulis berikutnya)

pernah satu waktu saya dan siswi ini mengobrol panjang tentang wedding industry, karena kebetulan orang tua bekerja di bidang tsb. dan saya hanya takjub menemukan bahwa di usianya dia paham begitu banyak tentang industry yg sedang perlahan saya pelajari sejak usia 21 tahun. begitu pula tentang photography. dia sungguh sudah expert di usianya bahkan jika disejajarkan para mahasiswa yang sekedar menenteng dslr tanpa passion di hatinya.

saya mengagumi orang tuanya. bahkan walau kami tak pernah bertemu.
kelak ketika saya sudah punya anak, saya ingin mendukung apapun hobi positifnya. membantu dia meng explore passionnya tanpa mengurungnya pada idealisme kuno saya sebagai orang tua.

begitu iri dengan dia dan beberapa siswa lain yg sejak SMP sudah tau apa passion nya. ah sungguh! saya pun ingin begitu.
doa saya hanyalah supaya bara passion itu tidak dipadamkan pertimbangan semu semacam: "apa kata orang" dan "berapa uang yg bisa aku dapat"

capture'an tweet ini merupakan award besar bagi saya. 


we just 'click' on so many ways indeed.
so thank you Kathleen!
saya sudah berulang kali jatuh cinta di kelas, tapi di ruang guru sepertinya baru kemarin.
kebetulan saya diberi kepercayaan untuk menghandle sebuah acara sebagai ketua. cukup kewalahan memanage acara ini.
dan di hari H, saya mengucap syukur sekali kepanikan itu sejenak menguap. pagi-pagi seorang rekan guru berkata "miss, que sera sera aja"
perkataan ini menenangkan dengan signifikan suasana hati hari itu. tapi tak berhenti. dukungan para guru yg sangat tanggap dengan berbagai keadaan "di luar rencana" sangat memudahkan saya.
saya tidak akan menyadari betapa saya beruntung punya rekan kerja kooperatif semacam mereka jika saya tidak dibingungkan dengan predikat 'ketua' di acara ini.

one thing we must keep in our mind: the hard time is simply mean that we need other people andshow us who's really care and who's don't..

usai kegiatan di kekosongan ruang guru pasca jam pulang kerja, saya disibukkan dengan pencarian kerja di layar komputer. seorang kawan guru mendekat lalu di tengah keburu-buruannya menghadiri sebuah kegiatan dia menarik kursi lalu menanyakan tentang rencana pasca kerja di gloria. dan dia memberi banyak sekali informasi terkait pekerjaan yg saya minati dana dengan kata-kata yg super positif bisa menyulap atmosfer pencarian kerja dengan menyenangkan..

dengan lega saya dapat menyimpulkan, positive attitude selalu berhasil. jika tidak menyelesaikan masalah tapi setidaknya meringankan beban. jika meringankan beban pun tidak, pasti setidaknya menekan tingkat kepanikan.
pulang malam itu, badan rasanya capek luar biasa. tapi lega tersirat di angan. setidaknya acara yg saya 'garap' melahirkan sukacita dan yg terpenting membuat saya belajar bahwa lirik lagu "smilers never lose and frowners never win" itu memang benar. bad words make everything worse :) so stay positive guys!

jaman sekarang, aplikasi yang mempersempit jarak semakin marak. tapi sore ini. di kala kegalauan melanda, satu-satunya yg saya pilih tetaplah blog ini.

di ruang ini saya bisa dan boleh menulis apapun tanpa khawatir dihakimi. bahkan ketika ada yg berkunjung ke halaman ini, saya tidak akan ambil pusing apakah mereka menghargai ketikan curahan hati saya atau justru mengejeknya.

di instagram saya membagi foto selfie saya pagi ini. penuh raut senyuman. tapi itu bohong. karena sebenarnya muramlah yang paling tepat menggambarkan suasana.
di twitter saya mentweet tentang seni menertawakan diri. tapi hanya sekedar rangkaian kata tanpa bisa saya lakukan.
kenyataannya sosial media yg ada hanyalah topeng. tempat untuk memperlihatkan bahwa hidup kita baik-baik saja. dan bahwa ada banyak ide yang muncul dalam benak yang kita ingin orang lain ketahui.
saya senang dengan blog ini. dia masih jadi tempat curhat paling favorit setelah sang Pencipta.

belakangan saya sedang kehilangan damai sejahtera.
entahlah. sisi sanguinist yang cenderung cuek, lenyap. cenderung terlalu mengambil hati apa yg terjadi. mungkin sedang jenuh. mungkin pula karena banyak hal yang tak bisa saya ungkapkan dengan mudah

saya membayangkan betapa entengnya hidup jika apa yg meresahkan kita bisa seketika diluapkan. tanpa ambil pusing dengan pendapat orang lain.
kenyataannya saya tidak bisa demikian. karena itu saya memilih blog ini dibandingkan segala sosmed yang ada.

kemudahan komunikasi sudah ada di tangan. sayang sungguh sayang, kita kadang lupa yang terpenting bukan seberapa banyak sosial media yang kita miliki tapi seberapa kita sudah memaksimalkannya untuk menjalin hubungan terkhusus menunjukkan sebuah kepedulian.

kadang saya hanya ingin mendengarkan pertanyaan: "are you okay, diss?" 
entah melalui suara ataupun tatapan wajah. dan pertanyaan semacam itu mungkin akan memulai cerita. bosan juga mengetik apa yang ada di bilik hati. kadang hanya ingin segelas minuman segar bersama orang yang menyediakan waktu untuk mendengar.


[dear my unspokenspace] saya harap saya akan jarang membuka mu, blog. saya harap secara lisan saya bisa membagi kegelisahan hati ke orang yg tepat. bukan lagi ke kamu. tapi sebelum itu terjadi, tetaplah setia bersama saya. kelihatannya saya akan sering mengunjungimu dua bulan ini. semoga saja untuk mengetik nada keajaiban bukan penyesalan.

[dear reader] yang jelas, jika Anda membaca post ini sekarang, saya sarankan anda men-chat kawan atau sahabat anda melalui salah satu aplikasi sosmed yang ada. sekedar menanyakan "is everything okay?" mungkin akan jadi awal ampuh untuk seseorang meluapkan apa yang tertahan di hati dan otaknya. dan bahkan siapa tahu dengan pertanyaan sesederhana itu anda menjadi belajar sesuatu.

:) selamat sore (dari sepetak kosan di surabaya)
terimakasih kelas 9! selamat lulus SMP!
selamat memasuki masa putih abu-abu yg sering dibilang sbg masa paling indah.
grab every opportunity and have fun!



-with love, miss Adiss.

This valentine was so special, dan jelas saya bakal berceloteh di sini untuk menceritakan sedetail-detailnya 2 hari istimewa ini. As I remember, I’ve been celebrate valentine since I was in junior high school. But I can tell you that this valentine is most special valentine I ever had! Most special and the sweetest one >,< you’ll know later.

I do agree that 14 February is only a number, and I never said that we must wait till that day come to share something, and to do something out of ‘normal’. Tapi untuk beberapa hal, sebuah identitas “tanggal” menyempurnakan sebuah kesan. Menurut saya begitu. Jadi jangan takut melakukan sesuatu di-luar-kebiasaan di tanggal istimewa.




Pudding


I made something by my own for my beloved students finally. Awalnya mikir gak bisa wujudin ini gara-gara alasan “I have no enough time” tapi nasihat klasik bilang “you will never have enough time, you have to make it” dan akhirnya saya memutuskan membuatkan pudding untuk murid-murid 7D dan beberapa orang terdekat saya di sekolah. Di tengah gerimis membasahi kepala dan becek mengotori kaki, saya berjalan kaki membeli cup-cup pudding, dan bahan-bahan di toko sekitar kosan. Lalu saya mulai membuat, dari adonan coklat, moka, caramel, dan strawberry. Dari jam 7 sampai jam 11. Di tengah empat jam itu, dengan kondisi kepala agak pusing akibat gerimis, seingat saya, senyuman tak pergi dari bibir. Tanpa keluhan bukan karena tak ada rasa lelah, tapi karena saya tahu untuk siapa saya melakukan ini, untuk mereka yang saya kasihi.
Pelajaran berharga di dapur: cinta membuat sesuatu menjadi ringan.

Coklat
Valentine tak lengkap tanpa coklat. Bukan begitu? Dan ini jelas valentine ter-manis yang pernah saya alami. Belasan batang coklat mewarnai meja kerja saya, sebagai pemberian dari murid-murid saya. Ah so happy! Walaupun akhirnya bingung ini gimana ngabisinnya. Bisa dipastikan valentine tahun depan, saya akan merindukan tumpukan coklat semacam ini :( lalu di tengah lumeran coklat di mulut, saya tersenyum kecil menyadari seberapapun dewasa atau tua-nya usia, kita tetap bahagia ketika orang lain memberikan sesuatu untuk kita. Tidak terlupakan, itu fakta sederhana yang membahagiakan.



Friendship Card
Saya selalu rindu, setiap orang terdekat saya menyimpan sesuatu yang berwujud untuk mengenang saya. Fakta bahwa saya –dan kita semua- akan meninggal itu sangat menolong untuk belajar menyisakan sesuatu yang baik di muka bumi ini, setidaknya di ingatan dan di tangan orang-orang terdekat. Dengan keterbatasan kreativitas saya buatkan sebuah kartu sederhana yang setidaknya mengingatkan dua sahabat saya ini bagaimana saya bersyukur memiliki mereka. Ketika membuatkan kartu ini, saya sedang berada di sekolah di tengah kekosongan akibat siswa diliburkan mendadak pasca hujan abu parah di Surabaya. Seorang rekan guru, melihat saya berkutat dengan guntingan dan sebagainya lalu dengan polos berkomentar “miss adiss ini romantis ya.” Haha sontak saya tertawa. Entahlah itu menggelikan, tapi membuat saya tersanjung bagaimanapun.
Ohya kembali ke topik, kami bertiga –saya, Helen, kak Ajeng- sudah merencanakan cukup lama untuk mencoret bucket lists nomor 10 kami: minum kopi luwak. Akhirnya, terwujud! Puji Tuhan.
Saya bahagia, karena saya membuatkan sesuatu untuk sahabat saya, karena saya bisa minum kopi termahal di dunia asli Indonesia, karena saya bisa mencoret wishlist saya, dan karena saya tidak sendirian melewatkan malam itu.


Old friend
Persahabatan konon semakin teruji oleh waktu, dan jarak. Kebahagiaan saya di tanggal 14 tidak berhenti. Esoknya (baca: tanggal 15) saya lagi-lagi bersyukur karena skenario yang Tuhan siapkan. Saya bisa bertemu teman lama saya, teman sejak SMP hingga saya sekarang jadi guru anak SMP. Kita berpisah SMA, kuliah, berpisah kota, dan tidak selalu punya cukup kesempatan bercengkrama bahkan walau hanya melalui sosial media. Tapi ketika kami bertemu, kenangan lama pun membaur. Kami tidak menjadi orang asing bagi satu sama lain, bercerita layaknya tak ada lagi kesibukan yang menanti. 3 jam mengobrol mengobati rasa kangen dan menyempurnakan bulan kasih sayang ini.


Lovely Patty
Yang membuat manis hari-hari ini tak juga kehabisan ide, rasanya belum cukup membuat saya bahagia. Tanggal 15 malam, saya bergabung di komunitas rohani saya (selain uk3): RessYouth. Acara gathering kali ini agendanya makan burger bareng-bareng. Simple sih, tapi penuh sukacita! Burger tipis kadang jauh lebih enak ketika dimakan bersama kawan-kawan daripada burger berlapis-lapis yang dimakan sendirian. Asik. Dan pastinya malam itu, sukacita saya terlengkapi dengan dua hal yang saya sangat suka: es nutrisari dan kartu (baik remi ataupun uno)!!


A phone call
Last but not least, telpon dari seseorang menyempurnakan dua hari penuh kasih ini. Bercengkrama walau hanya lewat telpon sudah sangat cukup. Tidak jauh berbeda dengan valentine sebelumnya, masih sendiri. Hanya, valentine kali ini sudah ada seseorang istimewa yang saya doakan. Penuh keraguan tentang kisah ini, mengingat beberapa hal. Kadang ada ketakutan ending kisah ini tidak seperti yang saya impikan dan lebih baik diakhiri lebih awal sebelum terlalu jauh. Tapi sama seperti hari-hari lalu, sebuah panggilan dan percakapan telpon selalu berhasil mengingatkan bahwa hal ini layak diperjuangkan. Dan di paragraph ini, saya hanya ingin mengutip kalimat Paulus ketika mengingat jemaat Filipi “every time I think of you, I give thanks to my God” (Philippians 1:3)

Pembelajaran utama dari valentine tahun ini adalah : kasih itu ditindaknyatakan. Berupa pudding, burger, atau hanya sekedar menyempatkan waktu bertemu kawan lama. Berwujud kartu, coklat, atau panggilan telpon. Kasih itu sebuah verb, kata kerja aktif, yang harus dikonversikan melalui sebuah tindakan.
"one simple act of kindness spoke louder than a thousand profound love" :)

*tulisan bahagia ini tidak luput dari kesedihan akibat bencana gunung Kelud. Semoga para korban diberikan penghiburan dari sang Pencipta. Amin.
Hidup Itu Hompimpah kata D. Zawawi Imron: Keluarga Bencana:

tulisan sederhana nan tulus ini, saya temukan di tengah keisengan meng-google nama saya sendiri, dan menemukan ada nama saya tercantum di blog tersebut. Ternyata dari seorang kawan pejuang tanah terpencil. Pengalaman seumur hidup yang begitu berharga! sekali lagi, terimakasih Kedasih! :) terimakasih Keluarga Bencana  :) dan terimakasih Pandu -sang penulis blog tsb- yang telah menunjukkan wajah seorang muslim yang nyata tanpa mengurangi toleransi terhadap agama saya. Salut!
Jika sebelumnya aku menulis tentang KakJo yang diterima kerja di tempat idaman sesuai passion dan juga tentang kelulusan yang brilliant dari sahabat sejurusan, Sinta, sekarang jemari ini akan menari untuk kawanku yang lainnya.

Jika ada yang menghabiskan banyak sekali malam bersamaku, itu adalah Arthami Berliana Hutagalung. Sahabat sekosan sejak 2010.
Aku ingat sekali, saat kabar papa ku dipanggil Tuhan, orang yang sedang ada di sisiku, dan menenangkanku tidak lain adalah dia.
Sahabat terbaik untuk menemani lemburan-lemburan tugas kuliah. Apalagi di masa skripsi, kami berempat: saya-dia-laptopku-laptopnya, berjuang hingga matahari kembali terbit..

Kadang kami minum kopi, sengaja tetap terjaga entah untuk apa.. hanya sekedar ngobrol membahas hidup yang penuh warna, persis seperti lampu-lampu yang melilit pohon natal.

Perjuangan skripsiku sudah berakhir Juli lalu, juga bukan tanpa Artha..
Dia satu teman yang bahkan mau datang ke sidangku, yang berbeda jurusan dengannya.. menemani hingga hasil dibacakan. Tapi yang tidak akan bisa aku lupa adalah bagaimana dia menenangkanku di masa nano-nano semalam sebelum sidang. Antara takut dan gembira, Artha menemaniku memilih yang kedua.
Terimakasih Artha, telah jadi pendengar yang luar biasa..
dan terimakasih karena kamu selalu mengingatkan: "bahkan ketika kita ambil sedikit jeda sejenak, jangan terlalu terlena. Jangan lupa, beban lainnya akan terus datang!"


Selamat untukmu, Arthami Berliana Hutagalung, S.Ak. Kita sudah sama-sama sarjana J \m/
postingan ini, khusus saya dedikasikan ke sahabat kuliah saya.. yg saya harap jadi sahabat saya selamanya
sekaligus jadi ucapan terimakasih, maaf, dan selamat
teruntuk: Desak Putu Sinta Suryani (@dpsintas)


pertama terimakasih.. telah jadi sahabat yang mau berbagi dan mendengarkan curcol-curcol saya ^^ pastinya, terimakasih karena sudah jadi orang yg begitu menginspirasi.. sabar, murah senyum, pintar, dan yang selalu aku bilang ke kamu "RENDAH HATI" :')
ah senang sekali, di semester akhir ini berjuang bersama jadi asdos PIHI.. jadi banyak waktu buat cerita-cerita :) dan terimakasih juga, mau ke Lumajang waktu aku berduka :')
rasanya senang sekali, di sweeties, east cost, bahkan kantin bu eko, dimanapun, kalau inget kita sama Ocik, Erryn, Putri, Dindya, bisa membagi segala kegalauan jurusan dan mimpi-mimpi masa depan.. ^^

maaf.. maaf karena gak bisa hadir ke sidangnya Sinta :'( ngeliat video rekaman pengumuman nilai AB nya, mengharukan sekali.. sangat-sangat ikut bangga :)

dan terakhir, selamat.. selamat jadi pioneer nilai AB diangkatan kita.. selamat karena sudah bisa berhasil membanggakan orang tua di Bali.. selamat atas semua pencapaianmu.. ^^


ah Sinta. semua orang menyayangimu.. :)
semacam berkat bisa kenal teman kayak kamu ^^
ohya, statusmu saat detik-detik akhir mengerjakan skripsi "kalau kau ingin berhenti, ingat tuk mulai lagi" dari Letto, entah jadi penyemangat tersendiri buatku.. doakan aku segera menyusul gelar S.Hub.Int mu ya :*

God Bless you :)