Dalam persiapan pernikahan yang bisa dibilang sangat singkat (3 bulan), saya menyadari ada beberapa pelajaran penting yang jadi refleksi saya pribadi. Berikut rangkumannya yang sudah saya tuliskan di sini
"A Cheerful and Warm Sunflower
Rustic Wedding with Some Personal Details"
Itulah kalimat yang sedari awal aku tentukan sebagai judul #haribahagiaCR. Mungkin kebiasaan nulis ya, jadi bikin planning pernikahan pun dimulai dengan bertanya: "kalau kamu mau kasih judul tentang acara pernikahanmu, satu kalimat apa yang bakal muncul?"
Nah satu kalimat itu kemudian jadi judul di angan. Kami sendiri sih paham betul pernikahan kami ga punya budget yang terlalu melimpah, juga tergolong sebentar, tapi masih pengen dibuat seberkesan mungkin. Intinya kan menyadari bahwa pernikahan yang hanya sekali seumur hidup sudah sepatutnya menjadi salah satu hari paling bahagia. Kebahagiaan itu bukan hanya tentang bagaimana membuat tamu terkesan tapi juga bagaimana membuat segala detail menjadi bermakna dan dikenang seumur hidup. Nah aku share concepting kami ya. Semoga berguna
---
Sedari awal aku sebagai mempelai
perempuan bertekad untuk bersenang-senang dan menjadi diri sendiri di hari
bahagia itu. Kesukaanku terhadap bunga matahari kami angkat sebagai tema
utama acara 21 Juli kemarin. Pastinya tetap ditambah anggrek dan lily yang diselipkan di buket bunga dan dekor gereja.
Selain tentang bunga utama, aku dan Riyan milih suasana apa yang ingin kita angkat. Apakah kesan mewah,
apakah kesan modern, apakah kesan minimalis, dan sebagainya. Dua kata yang
akhirnya kami pilih untuk keseluruhan wedding kami adalah: hangat dan ceria. Pilihan
ini bukan hanya karena kami ingin adanya interaksi yang hangat dan penuh tawa
dengan segenap tamu yang hadir, tapi juga karena itulah kesana para kawan dan
keluarga terhadap kami berdua. Ketika kami bagi konsep mood yang kami pilih, kakak perempuanku dan satu sahabat dekatku merespons kompak: “iya itu emang
kalian banget”.
Suasana ceria kami berusaha
wujudkan dari pre-wedding, morning session bersama bestman dan bridesmaid, konsep
wedding entrance, dan adanya joget Maumere bersama-sama.
Selanjutnya nuansa ramah, dekat,
dan hangat terwujud dari konsep coffee-time dan penulisan wishing card dari para tamu. Khusus untuk
prosesi pagi, kami membuat personal vow yang diucapkan sembari melakukan basuh kaki.
Coffee-time sendiri bisa dibilang
salah satu keputusan terbaik kami. Usai pemberkatan nikah, biasanya pengantin
menjamu tamu dengan nasi kotak atau catering. Kami berpikir itu akan
membosankan dan mengurangi kesempatan untuk mempelai ngobrol bersama tamu. Akhirnya
kami menjamu tamu dengan memanggil coffee booth dan snack corner. Selain karena
tamu bisa menikmati kopi susu dingin di tengah terik Surabaya, konsep ini
sangat tepat karena membuat tamu santai dan mempelai pun dapat mengobrol asik
dengan mereka.
Selain 1 tema yang secara visual
akan menonjol (penggunaan bunga matahari) dan 2 mood khusus yang diangkat, ada
lagi 4 konsep yang kami selipkan namun konsisten di keseluruhan acara yang kami
beri tagar khusus #haribahagiaCR.
Konsep pertama adalah penggunaan Bahasa
Indonesia. Ketika banyak wedding lain terobsesi menggunakan frase Bahasa Inggris
yang kerap dianggap lebih menarik, aku sendiri sedari awal membuat kalimat undangan,
kata sambutan, souvenir card, narasi video, seluruh playlist band, semuanya ber-bahasa
Indonesia. Hal ini menantang tapi justru seru. Aku pilih lagu lawas Chrisye “cintaku”
yang kebetulan juga lagu favorit (alm) papa yang cocok banget mendukung
nuansa ceria dan hangat tapi sekaligus tetap menggunakan bahasa Indonesia
dengan indah.
Kedua, konsep yang kami usung
adalah ramah lingkungan. Hal ini kami pilih karena sudah seharusnya momen
bahagia pun tetap minim sampah. Kami memilih gelas kertas untuk kopi,
menggunakan gelas kaca untuk air putih saat resepsi, memilih souvenir
zero-waste starter kit berupa alat makan tidak sekali pakai dan hand towel yang
bisa diandalkan untuk mengurangi penggunaan tissue. Pilihan lain yang kami
sepakati dari awal adalah tidak adanya pelepasan balon karena sudah paham betul
bahayanya pelepasan balon. Kami menggantinya dengan pelepasan dua merpati
putih.
Ketiga, adalah konsep “wedding
yang dikerjakan teman-teman sendiri”. Vendor photo adalah teman komunitas (grup Kami Tidak Penting) dan satu lagi teman kampus (FISIP Unair), WO pernikahan serta MC juga teman sekomunitas (IGNITE), dan band
pengisi resepsi adalah kawan persekutuan kampus (UK3).
Keempat dan terakhir, adalah konsep "Bineka Tunggal Ika". Terasa kocak ya, tapi sedari awal paham betul bahwa unsur cross-culture patut dirayakan sekaligus didukung dengan elemen lain. Tentang Chinese-Jawa, kami mengambil masing-masing satu tradisi. Dari adat Chinese tentu adalah prosesi teapai, sedangkan untuk adat Jawa kami memilih prosesi kacar-kucur yang manis maknanya. Konsep ini sudah dibangun sejak prewed. Lewat konsep prewed Cheongsam vs Batik dan Real Madrid vs Barcelona. Selain itu aku juga selipkan Kebinekaan lewat pemilihan baju Bridesmaid. Model dan warna yang beda satu sama lain, tapi tetap dalam colorboard yang sudah dipilih.
So, itulah beberapa konsep #haribahagiaCR. Semua bermuara ke mimpi pribadi, selera, dan pastinya kemampuan kami yang membiayai pernikahan sendiri. Berikut infografis rangkuman (klik kanan - tab baru jika ingin membaca dengan jelas).
Beberapa kawan bertanya tentang
#haribahagiaCR yang bisa sedetail itu, dan tips dari kami sederhana. Setidaknya
dua hal: pertama kenali diri baik-baik. Apa yang disuka atau tidak, apa yang
menggambarkan diri kita. Kedua, jadikan pernikahan untuk express diri kita bukan impress
orang lain. Pilihlah segala detail yang memang kita idamkan, sesuai
kapasitas, dan kita yakini kelak akan membuat kita tersenyum.
Ketika saya dan pasangan sudah
sampai di titik mantap “oke mari menikah” kami langsung berhadapan dengan serentet tanda tanya yang mengantre untuk dijawab.
“dilaksanakan dimana’
“bagaimana acaranya”
“bina pranikah dimana”
Dan seterusnya, selanjutnya,
sebagainya..
Tentu tidak ada rumus saklek
tentang ini, bahkan durasi mempersiapkan pernikahan juga beragam. Kami termasuk
pasangan yang kilat mempersiapkan acara pernikahan, dengan total bersih
persiapan 3.5 bulan. Selalu ada plus minus atas pilihan, membandingkan dengan
teman yang sudah menyiapkan enam bahkan setahun sebelumnya. Semakin panjang proses persiapan maka, pemilihan vendor pun jauh lebih leluasa. Sedangkan dengan waktu yang singkat, sisi plus yang kami rasakan adalah kami punya banyak waktu sebelumnya
untuk fokus ke kehidupan pasca resepsi. Seperti saya yang fokus freelance untuk
menambah tabungan, dan Riyan yang meningkaptkan kinerjanya hingga dianggap
layak mendapat ‘bonus’. Sekali lagi, ini perkara pilihan.
Nah saya akan bagi urutan saya
mempersiapkan acara pernikahan siapa tahu jadi gambaran.
1.
The important thing should be done first
Pesta memang menggairahkan untuk
dikerjakan, tapi jangan abaikan dua hal utama yang membuat hidup rumah tanggamu
ga digrebek orang sekampung atau dinyinyirin sana sini: urus persyaratan secara
agama dan pemerintah. Saya dan Riyan cukup beruntung mengurus di Surabaya
dengan proses yang cepat, mudah, dan gratis.
Secara agama, khususnya secara
syarat pemberkatan, kami harus lebih dulu mengikuti bina pranikah.
Intinya harus diselesaikan dulu
yang merupakan syarat administratif sambal mulai membayangkan bulan dan tempat acara.
2.
Pilih bulan dan venue
Sedari awal pilihan waktu
pelaksanaan pernikahan kami longgarkan dengan menentukan bulan, tanpa tanggal
lebih dulu, supaya rentang lebih banyak sembari mempertimbangkan availability
venue dan vendor-vendor lain. Juli adalah prioritas kami.
Saat survei venue, hati kami
terpaut ke Barn Event Hire. Tempat a la rustic itu mengakomodir
impian outdoor wedding saya dan menawarkan paket yang menarik. Saat ditanya,
ternyata hanya tersedia empat pilihan tanggal karena yang lainnya sudah booked
untungnya pilihan tanggal di bulan Juli masih tersedia, ini berarti strategi untuk
hanya memilih bulan memang bikin lebih minim
baper dan fleksibel untuk kemungkinan yang ga terduga. Catatan banget nih
buat kalian yang memang mau melangsungkan resepsi di lokasi yang famous lebih baik survei dan deal jauh-jauh hari.
3.
Membuat rundown kasar hari H atau deal WO
Menurut saya hal ini penting
untuk dilakukan sebelum detail yang lain karena berpengaruh ke banyak vendor
lain. Misalnya, apakah membutuhkan retouch make up atau tidak, apakah perlu
kembali ke hotel atau tidak, apakah perlu pesan makan siang atau sekalian di
resepsi saja, dll dst dsb. Buatlah rundown dengan berdiskusi ke pihak
pemuka agama tentang pelaksanaan akad / pemberkatan untuk memastikan mereka pun
tidak keberatan dan tidak berhalangan di jam tersebut.
Kalau kamu menggunakan jasa
wedding organizer, serahkan job ini ke mereka. Saya sendiri baru deal WO H-2
bulan. Ketika berhadapan dengan tim WO, saya sudah punya rundown saya sendiri,
selain itu bisa digunakan agak menego harga (karena mengurangi job-desc
mereka), rundown yang dibuat sendiri membuat saya saat di hari H sangat mandiri
untuk tahu di jam tersebut seharusnya melakukan apa.
4.
Siap cetak undangan
Setelah rundown kasar ada dengan persetujuan
keluarga dan pemuka agama, artinya undangan siap dicetak. Hal ini perlu
didahulukan karena sepengalaman saya kemarin, belum banyak vendor undangan yang
bisa menyelesaikan undangan kurang dari sebulan. Proses cetak hingga finishing tercepat saya temui adalah satu bulan, sedangkan proses pengajuan desain hingga fix sangat tergantung pada masing-masing orang.
5.
Berbagai detail lain
Sembari memastikan desain undangan
dan menantinya diproses/dicetak, mulailah memastikan: budget total maksimum dan konsep acara. Budget total maksimum juga bisa dibreak-down dengan budgeting di masing-masing hal. Misalnya, untuk jas maksimal 2 juta, untuk fotografi maksimal 10 juta, dan sebagainya. Hal ini SANGAT menolong saat nego harga dan pilih pilah vendor. Saran saya, gunakan spreadsheet untuk memantau segala sesuatu tidak terlewat.
Bayangan konsep acara juga akan
mengurangi banyak kepusingan lain. Misalnya konsep saya: ramah lingkungan, saya
tidak banyak mensurvei souvenir dan sedari awal ingin menghadiahkan para tamu
benda sederhana yang sekiranya menolong saya dan mereka dalam mengurangi
sampah. Konsep saya yang lain adalah: "dikerjakan oleh teman-teman" maka urusan band dan fotografi saya langsung menghubungi teman saya dan tidak lagi menghabiskan waktu dengan survei sana sini.
Seperti banyak hal dalam hidup, semakin jelas apa yang kamu mau, maka
akan semakin mudah kamu memutuskan segala sesuatu.
You’ll miss everything dalam
persiapan acara pernikahan, jadi nikmati sebaik-baiknya. Jangan lupa: bertemanlah
dengan para vendor, sebab ketika mereka merasa dihargai dan menganggap kita
teman mereka sendiri, mereka akan mengerjakan something extra and surprise you. Next saya akan share honest review dari masing-masing vendor yang menggarap pernikahan saya di Surabaya.
Saya siap diajak berdiskusi
tentang persiapan pernikahan, karena ada secuplik passion saya di sini. You can
reach me by follow my Instagram: @adiss_cte
See you!
















