list judul film yg pernah aku tonton :D *mencoba mengingat-ingat :p
1. the Devil wears Prada
2. 27 dresses
3. Sidney White
4. Another Cinderella
5. Ella Enchanted
6. 13-30
7. 17 again
8. from Prada to Nada
9. When in Rome
10. Letters to Juliet
11. Valentine's Day
12. New Years Eve
13. Seven Pound
14. the Blind Side
15. Blind Dating
16. Princess Ice
17. The Tourist
18. Source Code
19. My Name is Khan
20. 16 Wishes
21. Twilight Saga
22. Transformer
23. Kungfu Kids
24. the Other Side of Heaven
25. Fireproof
26. Flywheel
27. Facing the Giant
28. Letter to God
29. my sister Keeper
30. Bride Wars
31. Source Code
32. the Last Song
33. the Notebook
34. what your Number
35. the Secret
36. a Moment to Remember
37. a Walk to Remember
38. Crazy Little thing Called LOVE
39. Shuckseed
40. Sad Movie
41. Grows Up
42. Bed Times Story
43. Mr. Deed
44. unstoppable
45. Johny English
46. Julie n Julia
47. up in the Air
48. my Little Bride
49. Beautiful Mind
50. Miracle of Giving Fool
51. the Holiday
52. Just Like Heaven
53. the Lake House
54. 500 days of Summer
55. UP
56. descipable Me
57. Megamind
58. Shrek
59. Troy
60. How to Train Your Dragon
61. Spy Kids
62. ice Age Meltdown
63. Madagascar
64. Happy Feet 1
65. Alvin n Chipmunk
66. Sherlock Homes
67. Harry Potter
68. Secret Garden
69. 49days
70. Mary is Out the Night
71. oh My Lady
72. My princess
73. Protect the Boss
74. Punk in Love
75. Cinta Dua Hati
76. 30harh mencari Cinta
77. Lost in Love
78. Eiffel i'm in Love
79. Love in Perth
80. Hello Stranger
81. My Heart
82. p.s I Love You
83. Killers
84. Black Swan
85. Charlie n Chocolate Factory
86. Red Riding Hood
87. Narnia
88. Legends of Guardian: the Owls of Ga'Hoole
89. Home Alone
90. Camp Rock
91. High School Musical
92. Baby n Me
93. Beauty n the Beast
94. 3 idiots
95. 100days with Mr. Arrogant
96. August Rush
97. Dr. Doolittle
98. Father
99. Forest Gump
100. Get Smart
101. From Paris with Love
102. Good Luck Chuck
103. Hotel
104. Love Phobia
105. Meet Dave
106. my Boy type B
107. Notting Hill
108. My Sassy Girl
109. Petualangan sherina
110. The Classic
111. Superstar
112. The Miracle Worker
113. the Proposal
114. The Pacifier
115. The Social Network
116. Tinker Bell
117. the spy Next door
118. Windstruck
119. Tintin
120. Alice in Wonderland
121. Mr and Mrs Smith
122. Toy Story 3
123. Hello Ghost
124. Beastly
125. book of Eli
126. legally blonde
127. mr. Popper Penguins
128. Bad teacher
129. something borrowed
130. Penelope
131. Ice Age continental drift
132. Chronicle of Narnia
133. Hobbit
134. Hulk
135. Iron Man
136. Skyfall
137. Speed Scandal
138. Happy Feed 2
139. Gie
140. wedding daze
141. Daddy Day Care
142. The day after tomorrow
143. Transformer 1
144. Transformer 2
145. Transformer 3
145. Wreck-it Ralph
146. life of Pi
147. fast and furious
148. the Avenger
149. Brave
150. Freedom Writer
151. The Help
152. Laskar pelangi
153. Habibi dan Ainun
154. test-Pack
155. Get Married 1
156. Get Married 2
157. kawin kontrak
158. Insidious 1
159. Sang Pencerah
160. street dance
161. we are family
162.
somehow, my holiday is identically with DVD-time :))
oke, in a day I enjoy three movies.. and without a serious plan -you san say it accidentally- I learn a lot about TIME..
first is Shrek movie, I do not know for sure what the title says.
This film revolves around Shrek who regret the situation which now and try playing time, giving his one regret-day to someone who turns out to be his enemy .. and finally he found none that are appropriate to the day we drop .. all of which are precious moments ..
next, it's a source code. it such a serious-complicated movie. about two time-theory.. the point from this film is when you get a chance to back to your past, it never change anything, not your future too. the only thing you can do is you learn every detail from it and always be better you in your next-time :)
and the last one is, SPY kids-all the time in the world..
hmm.. not much I can say .. I just gave a quote that I hope can make you realise, time with your beloved people around you is a wonderful blessing, and stay remember maybe our time with them beloved could be so short, so always thankful for every single minute with them :)
quote..
spy kids: you can't actually travel through time. time stays the same
wilbor wilson : i'm not gonna wait until i have enough time for us to spend together, from now on, we'ew gonna make a time
5 hari EE University Clinic selesai :)
kalo inget. aku sempet cerita tentang betapa bersyukurnya aku bisa satu sie sama Arlan..
dan sekarang, tentang Adit.. ketua panitia..
selain tentang EE ini, aku hanya sekedar kenal dia..
selama kepanitiaan terus membayangkan betapa ribetnya jadi ketua di sebuah acara yg lintas universitas, dengan kebutuhan dana yg begitu besar dan banyak hal lain..
tapi disini, komitmennya yg kuat begitu terlihat..
yaa terberkati dengan kesungguhannya melayani Tuhan :) dan terberkati juga dengan caranya merespon segala sesuatu tanpa kepanikan.. dan pastinya caranya berinteraksi dengan adik bimbingnya :)
berbeda dengan Arlan (satu sie acara), pak ketu kami ini cenderung diam dan kalo bikin becanda bisa jayus -,- haha pembawaannya kalem..
tapi, pastinya.. bersyukur atas pelayanan ini ^^
kalo inget. aku sempet cerita tentang betapa bersyukurnya aku bisa satu sie sama Arlan..
dan sekarang, tentang Adit.. ketua panitia..
selain tentang EE ini, aku hanya sekedar kenal dia..
selama kepanitiaan terus membayangkan betapa ribetnya jadi ketua di sebuah acara yg lintas universitas, dengan kebutuhan dana yg begitu besar dan banyak hal lain..
tapi disini, komitmennya yg kuat begitu terlihat..
yaa terberkati dengan kesungguhannya melayani Tuhan :) dan terberkati juga dengan caranya merespon segala sesuatu tanpa kepanikan.. dan pastinya caranya berinteraksi dengan adik bimbingnya :)
berbeda dengan Arlan (satu sie acara), pak ketu kami ini cenderung diam dan kalo bikin becanda bisa jayus -,- haha pembawaannya kalem..
tapi, pastinya.. bersyukur atas pelayanan ini ^^
A wise man once sat in the audience & cracked a joke.
All laughed like crazy. After a moment he cracked the same joke again and a little less people laughed this time.
He cracked the same joke again & again, when there was no laughter in the crowd,
he smiled and said,
“When u can’t laugh on the same joke again & again, then why do u keep crying over the same thing over and over again”
tulisan ini aku mulai dengan copas status FB seseorang :)
yaa, sangat masuk akal. dan sepenuhnya setuju, kenapa kita harus terus-terusan sedih tentang satu hal yang sama hingga berulang-ulang.
but it's not the point..
ada kalanya kesedihan kita bukan tentang kita tidak mendapat apa yg kita inginkan, kadang hanya karena kita terlalu menyesali sesuatu yg baik tidak bisa berlanjut lagi.. dan biasanya karena alasan yg sepele, kita merasa tidak dimengerti :(
ya rasanya kita pernah menaruh perasaan ke sahabat kita, yg mungkin berbeda adalah memang tidak semua akhirnya berujung pada sebuah pengakuan..
setelah sekian lama tidak bertemu, dan akhirnya berhari-hari harus ada dalam suatu kegiatan yg sama, pasti menuntut sebuah kesiapan hati yg cukup mantab..
pertama, saat melihat dia becanda dengan temen2nya dan aku-pun demikian tanpa sekalipun kami bisa saling menyapa.. tragedi itu benar-benar patut untuk disesalkan. mengubah hubungan baik menjadi suatu perkenalan yg tidak menyenangkan :( dan akhirnya kita mendapati diri kita terus berandai-andai jika 'aku' dan 'dia' tidak harus terjebak tentang hal 'itu' mungkin sampai sekarang semua akan baik-baik saja..
kedua, menyedihkan dan mungkin cukup layak dikatakan menyakitkan adalah ketika kita mengharapkan seseorang yg mengerti posisi antara 'aku' dan 'dia' ini dapat memposisikan dirinya dengan bijak.. aku misalnya, aku mengenalkan 'dia' ke sahabat cewekku, dan ketika aku dan 'dia' mengalami banyak pergumulan perasaan, aku ceritakan ke sahabatku ini BUKAN karena aku memang ingin menceritakannya namun karena dia selalu ingin tahu tentang aku dan 'dia' :( dan beberapa hari ini dengan sengaja dan tanpa perasaan diDEPAN mataku, sahabatku ini dan dia terus menunjukkan keakraban berdua :'(
yaa, ini bagian yg paling menyakitkan.. hanya berharap ada yg mau SEDIKIT saja mengerti :'( harus diakui ya, lebih mengenaskan merasa disakiti oleh orang yg dekat dgn kita, yg tau benar-benar posisi kita, dan yg melakukannya tanpa rasa bersalah..
jadi what should we do?
pertanyaan klasik yg harus terjawab..
kedewasaan menentukan..
mungkin cara terbaik meresponi hal ini adalah berdamai lebih dahulu dengan hati kita.. dan setelahnya baru mulai memikirkan untuk mengatakan hal yg sejujurnya ke sahabat kita itu..
dan perasaan kita terhadap orang tersebut? berusahalah.. sekeras apapun itu, jaga hati untuk tetap terhindar dari sebuah kemarahan apalagi kebencian..
apa kabar hati saya nanti.. di saat selama lima hari, dari pagi sampe malem bakal ngeliat kamu..
apa kabar hati saya nanti.. kalau selama lima hari itu, ada banyak orang yg juga sangat berkaitan dengan dia..
yg pernah dia suka, yg pernah suka dia.. dan semoga tidak adegan yg menggalaukan hati..
dan terakhir, apa kabar hati saya nanti jika pasca lima hari itu ada perasaan yg tidak diinginkan muncul kembali.. entah perasaan suka, atau justru perasaan benci..
apa kabar nanti? entahlah..
apa kabar hati saya nanti.. kalau selama lima hari itu, ada banyak orang yg juga sangat berkaitan dengan dia..
yg pernah dia suka, yg pernah suka dia.. dan semoga tidak adegan yg menggalaukan hati..
dan terakhir, apa kabar hati saya nanti jika pasca lima hari itu ada perasaan yg tidak diinginkan muncul kembali.. entah perasaan suka, atau justru perasaan benci..
apa kabar nanti? entahlah..
Tsabita Land....: Curcol di atas angkot: Saya sedang di angkot, perjalanan pulang ke gresik, drpd nganggur saya mau nulis curahan hati terkait pembicaraan saya dn beberapa teman td ...
-ditulis di sore yang basah (abiss hujan soalnya)..
thanks God.. akhirnya buku acara EE selesai :)) yaa mungkin ini hal yang kecil buat yang lain,, tapi sungguh merasa belajar banyak melalui 'kewajiban' membuat buku acara.. jadi kenal microsoft publisher.. photoshop (dikit-dikit).. tau percetakan.. tau jilid buku..
yang lebih penting, kami belajar sabar.. belajar tidak mengeluh..
ohya,, selain itu.. sie acara EE ini bikin aku terberkati dgn jadi rekan Arlan..
somehow, rekanku ini bijak lhoo walaupun terlihat asal kalo ngomong.. :p
yaa pengerjaan buku acara yang penuh dinamika ini ditutup dengan doa yang di-inisiatifkan dan dipimpin oleh Arlan :)
di baris-baris doa itu, ada sepenggal kalimat yang memang puncak ucapan syukur kami..
"...walaupun banyak sekali hambatan yang kami temui, tapi itulah sebuah proses bagi kami dan membuat kami banyak belajar.."
dan saat ini, aku dapat dua kesan istimewa itu SEKALIGUS :D
thanks God.. akhirnya buku acara EE selesai :)) yaa mungkin ini hal yang kecil buat yang lain,, tapi sungguh merasa belajar banyak melalui 'kewajiban' membuat buku acara.. jadi kenal microsoft publisher.. photoshop (dikit-dikit).. tau percetakan.. tau jilid buku..
yang lebih penting, kami belajar sabar.. belajar tidak mengeluh..
ohya,, selain itu.. sie acara EE ini bikin aku terberkati dgn jadi rekan Arlan..
somehow, rekanku ini bijak lhoo walaupun terlihat asal kalo ngomong.. :p
yaa pengerjaan buku acara yang penuh dinamika ini ditutup dengan doa yang di-inisiatifkan dan dipimpin oleh Arlan :)
di baris-baris doa itu, ada sepenggal kalimat yang memang puncak ucapan syukur kami..
"...walaupun banyak sekali hambatan yang kami temui, tapi itulah sebuah proses bagi kami dan membuat kami banyak belajar.."
percayalah saudara, ketika kita diberikan kesempatan untuk melayani, di saat-saat itulah kita belajar banyak sekali.. dan pastinya Tuhan tidak pernah lupa memberikan sebuah kesan istimewa tersendiri, kemungkinannya ada 2, pertama, bisa dari tugas yang kita kerjakan, kedua, bisa pula dari rekan sepelayanan kita..
tengah malam ini, seorang adis yang pengantuk masih terjaga.. alasan biasanya adalah untuk ngerjain jurnal.. tapi tidak untuk sekarang..
malam ini, masih terjaga untuk mengerjakan buku acara..
beberapa jam bersama rekan sepelayanan, dengan candaan dan segala percakapan yang ada, membuat saya tiba-tiba tersadar, bahwa usaha saya selama ini dalam pelayanan ini sangatlah belum maksimal.. lebih tepatnya, belum ada kesungguhan untuk apa yang dinamakan BAYAR HARGA..
yaa,, dalam banyak kali dikehidupan saya pribadi, tercatat banyak sekali 'keberuntungan' yang ternyata membuat saya termanjakan hingga menjadi enggan untuk benar-benar berusaha.. misalnya, tanpa belajar eh tau-tau nilai bagus..
hal seperti ini terlihat menyenangkan, tapi efek jangka panjangnya adalah jika kita merelakan diri untuk terbuai, maka suatu hari akan kita dapai diri kita sebagai pribadi yang tidak benar-benar memahami apa itu pengorbanan, apa itu bayar harga..
27hari pertama di tahun ini, saya belajar cukup banyak mengenai apa yang harus kita lakukan sebelum kita mendapat apa yang kita inginkan.. simplenya, ini tentang garisan antara hak dan kewajiban. tentang menabur dan menuai..
pada akhirnya Tuhan tidak tutup mata atau lupa untuk memberi penghargaan bagi mereka yang sungguh-sungguh berusaha (dan pastinya juga berdoa)..
bayar harga itu perlu, bahkan terbilang hukumnya adalah wajib.. bayar harga itu tidak mudah, walau sebenarnya tergolong sederhana.. misalnya, ketika kita merelakan jam tidur yang terpangkas habis untuk mengerjakan suatu tugas.. merelakan jam-jam santai dikosan untuk menghadiri rapat.. dan pastinya banyak hal lagi..
semoga.. saya dan Anda adalah tergolong orang yang mau membayar harga untuk apa yang ingin kita capai :)
malam ini, masih terjaga untuk mengerjakan buku acara..
beberapa jam bersama rekan sepelayanan, dengan candaan dan segala percakapan yang ada, membuat saya tiba-tiba tersadar, bahwa usaha saya selama ini dalam pelayanan ini sangatlah belum maksimal.. lebih tepatnya, belum ada kesungguhan untuk apa yang dinamakan BAYAR HARGA..
yaa,, dalam banyak kali dikehidupan saya pribadi, tercatat banyak sekali 'keberuntungan' yang ternyata membuat saya termanjakan hingga menjadi enggan untuk benar-benar berusaha.. misalnya, tanpa belajar eh tau-tau nilai bagus..
hal seperti ini terlihat menyenangkan, tapi efek jangka panjangnya adalah jika kita merelakan diri untuk terbuai, maka suatu hari akan kita dapai diri kita sebagai pribadi yang tidak benar-benar memahami apa itu pengorbanan, apa itu bayar harga..
27hari pertama di tahun ini, saya belajar cukup banyak mengenai apa yang harus kita lakukan sebelum kita mendapat apa yang kita inginkan.. simplenya, ini tentang garisan antara hak dan kewajiban. tentang menabur dan menuai..
pada akhirnya Tuhan tidak tutup mata atau lupa untuk memberi penghargaan bagi mereka yang sungguh-sungguh berusaha (dan pastinya juga berdoa)..
bayar harga itu perlu, bahkan terbilang hukumnya adalah wajib.. bayar harga itu tidak mudah, walau sebenarnya tergolong sederhana.. misalnya, ketika kita merelakan jam tidur yang terpangkas habis untuk mengerjakan suatu tugas.. merelakan jam-jam santai dikosan untuk menghadiri rapat.. dan pastinya banyak hal lagi..
semoga.. saya dan Anda adalah tergolong orang yang mau membayar harga untuk apa yang ingin kita capai :)
Aku suka mendefinisikan diriku.
yes heels, no wedges
gag suka warna merah
seorang sanguin koleris (kata orang-orang)
seorang sanguin flegmatis (kata diri sendiri)
seorang sanguin koleris (kata orang-orang)
seorang sanguin flegmatis (kata diri sendiri)
yes heels, no wedges
ukuran kakiku 36-37 (kadang 35 malah)
punggung telapak kaki adalah kulit dengan warna paling gelap dibanding warna kulit setubuh
pengoleksi keroppi + kodok dalam versi kartun apapun (tapi benci kodok asli)
benci: jarum suntik, tikus, orang ngeludah sembarangan
pemilih makanan, sekaligus hobi kuliner
suka semua buah, kecuali rambutan
gampang nangis kalo liat film
ingatan tajam, bahkan untuk hal-hal yg tidak terlalu penting
penghafal wajah
suka minder gara-gara gigi yg berantakan
selalu mengagumi anak-anak teknik
anjing idaman: husky dan pug
tanaman favorit: anggrek, kaktus, dan lili
suka bereksperimen sama cat kuku
penggila es krim
penggila choco-orange
benci jahe
gak suka tempe, penggila tahu
sensitif sekali dengan rasa pedas
craving for teddy bear-nya mr.Bean n sprei keroppi
gak suka tempe, penggila tahu
sensitif sekali dengan rasa pedas
craving for teddy bear-nya mr.Bean n sprei keroppi
selalu bingung menjelaskan aku ini orang china atau bukan
suka lagu/musik easy listening
suka banget maen monopoli
gag suka motif kotak-kotak
gak suka cowong gondrong, ngerokok, dan bertindik
gak suka cowong gondrong, ngerokok, dan bertindik
lebih suka pantai daripada gunung, suka sawah dan air terjun
pengen bisa main saxophone atau biola
suka banget nama yg ber-awalan 'el' (ex: eleonora dan elseos)
gak pernah capek mengulang kisah munculnya nama 'adiss'
not so good in managing time, but pretty good in managing my private finance
ter-obsesi dengan 'ketiadaan gravitasi'
big no for film horror
sangat pengen mengunjungi disney land
:)
pengen bisa main saxophone atau biola
suka banget nama yg ber-awalan 'el' (ex: eleonora dan elseos)
gak pernah capek mengulang kisah munculnya nama 'adiss'
not so good in managing time, but pretty good in managing my private finance
ter-obsesi dengan 'ketiadaan gravitasi'
big no for film horror
sangat pengen mengunjungi disney land
:)
ini jurnalku yg dapet 10 :) matakuliah Globalisasi Strategi..
Claudya Tio Elleossa
070912077
Corporation and Responsibility
“Perusahaan-perusahaan multinasional kian berperan menentukan perekonomian, politik dan kesejahteraan sosial di banyak negara. dengan menguasai modal investasi, teknologi, dan akses ke pasar global, perusahaan-perusahaan tersebut menjadi pemain utama tidak hanya dalam ekonomi internasional namun juga dalam urusan politik” (Gilpin, dalam Steger, 2002:44)
Menurut Gilpin, perusahaan atau korporasi multinasional adalah pemain utama dalam keseluruhan interaksi internasional dalam globalisasi. Kenyataan inilah yang mendasari awal pembahasan ini untuk memberikan sedikit gambaran, mengapa pokok bahasan mengenai perusahaan multinasional dalam era globalisasi perlu diangkat kepermukaan dan dibahas secara mendalam. Hal yang pertama akan coba untuk diulas adalah bagaimana postur korporasi dalam globalisasi. Untuk menjawab hal itu, saya menyertakan sebuah fakta bahwa; “Selama dua dasawarsa menjelang berakhirnya abad millennium, perusahaan-perusahaan transnasional berskala raksasa meningkat jumlahnya secara pesat dari sekitar 7000 TNCs pada tahun1970, dan dalam tahun 1990 jumlah itu mencapai 37.000 TNCs. (Fakih, 2001:214). Fakta ini menurut saya cukup menjadi bukti bagaimana perkembangan pesat dari perusahaan multinasional begitu signifikan terjadi, bahkan dapat dikatakan begitu pesat.
Pertumbuhan yang menakjubkan ini memunculkan pertanyaan, benarkan korporasi transnasional telah berhasil menunjukkan sisi benefit yang signifikan? Mereka yang sepakat mengenai peran dari perusahaan transnasional ini menilai bahwa pada kenyataannya, TNCs telah membantu mengurangi kemiskinan serta menjadi mesin pembangunan. Barnet dan Muller dalam bukunya,”Menguak Kekuasaan Perusahaan Multinasional” menyatakan bahwa ada dua argumen penting yang diajukan para manajer dunia berkaitan dengan sumbangsih perusahaan transnasional pada dunia, yaitu; membantu memecahkan masalah neraca-pembayaran negara-negara miskin (Barnet & Muller, 1984:198); dan pengalihan teknologi (Barnet & Muller, 1984:209). Di sisi lain, mereka yang tidak sepakat mengenai sumbangsih positif dari korporasi meneriakan kritikan mengenai segala dampak negatif yang ada dibalik ‘wajah manis’ korporasi, selain karena dinilai menjadi ancaman bagi otoritas negara, dimana alasan yang satu ini menjadi sebuah ketakutan dominan banyak pihak.
Harus diakui, eksistensi korporasi yang sedemikian menjadi bahan pemikiran mengenai kaitannya dengan eksistensi lembaga pemerintah sebagai pemegang otoritas yang resmi dalam sebuah lingkup nation-state. “Timbulnya korporasi transnasional mengakibatkan deskripsi akademis tradisional mengenai sistem kenegaraan internasional menjadi using.” (Barnett & Muller, 1984:81). Banyak pihak agaknya sepakat terhadap pernyataan dari Barnett dan Muller ini, mengingat semakin agresifnya aktifitas korporasi seringnya berbanding lurus dengan mereduksinya kedaulatan negara. Terdapat dua sisi pandang dalam menilai hal ini, sebagian menilai bahwa negara tetap menjadi pemegang otoritas yang tertinggi, seperti yang dikemukakan Wolf, perusahaan tidak lebih berkuasa dari negara sebab negara tetap memiliki legitimasi tertinggi untuk menentukan segala regulasi yang akan diberlakukan. Sebaliknya, pihak kontra berpendapat bahwa TNCs dengan sengaja membuat dirinya menjadi pihak yang paling berpengaruh dan sekaligus seakan paling dibutuhkan oleh masyarakat di suatu negara.“Para manajer dunia sendiri selama lebih dari lima tahun melancarkan serangan ideologi terhadap ide kedaulatan nasional itu, bahkan hingga meramalkan kematian negara-kebangsaan.” (Barnett & Muller, 1984:82).
Perpaduan antara kepentingan dari korporasi untuk tetap dapat diterima dalam masyarakat sebuah negara, dengan dampak negatif yang memicu banyak kritik membuat munculnya sebuah kode etik pertanggungjawaban dari korporasi terhadap masyarakat sekitar. Susanne Soederberg (2006) menyatakan bahwa pertanggungjawaban korporasi atau yang sering disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR) ini pada dasarnya sebuah bentuk mempertanyakan keseriusan korporasi transnasional dalam komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial negara dimana perusahaan itu berdiri. “Moreover, companies have been assessed not only on their policies, but also on implementation, reporting, and accountability systems” (Hopkins, 1998. dalam Soederberg, 2006:54). Ada tuntutan sosial tersendiri bagi para perusahaan transnasional untuk membuktikan akuntabilitas kinerja mereka. yaitu yang menyangkut tiga hal penting; “hak asasi manusia (apakah perusahaan sudah memberikan perlindungan?); lingkungan pekerjaan (apakah para karyawan sudah merasa bebas dari diskriminasi?); dan hubungan dengan komunitas sekitar (sudahkan memberikan investasi yang signifikan bagi masyarakat sekitar?) (Soederberg, 2006:53-54). Melalui tiga poin penting ini saya menemukan fakta pertama yang menunjukkan bagaimana korporasi justru menunjukkan catatan buruk mengenai poin hak perlindungan serta kondisi lingkungan kerja yang baik; “Terhitung 1000 orang mati setiap tahun karena penyakit-penyakit akibat kerja industrial dan sebanyak satu juta orang terpaksa berhenti bekerja selama beberapa hari setiap tahunnya karena menderita penyakit atau cacat yang disebabkan oleh lingkungan kerja yang buruk” (Salmi, 2005:115).
Ironis rasanya ketika melihat serentetan fakta yang menunjukkan dengan jelas bagaimana korporasi kurang bahkan tidak serius memberikan sebuah sumbangsih positif bagi lingkungan sosial yang ada. Berkaitan dengan poin ketiga, korporasi cukup berhasil menunjukkan wajah manisnya. Susanne Soederbeg mengakui bahwa perusahaan transnasional sejauh ini memang melakukan banyak hal untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan serta meningkatkan taraf dan kualitas hidup (Holme & Watts, 2000. Dalam Soederberg, 2006:53). Misalnya saja dengan pemberian dana pendidikan atau beasiswa, adanya program peduli lingkungan dan kesehatan, serta banyak macam yang lain. Pada kenyataannya, hal ini dipercaya tidak lebih dari sekedar strategi bisnis semata, dimana semua berujung pada perluasan pasar serta memaksimalkan keuntungan. Dari pihak di luar korporasi, kita dapat menilai bahwa CSR yang sejauh ini telah dilaksanakan tidak lebih untuk merealisasikan gagasan Stiglitz yaitu meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalkan net kontribusi terhadap lingkungan sosial.
Kesimpulan dan Opini
Menjamurnya perusahaan transnasional adalah sesuatu yang menjadi sebuah ciri khas khusus di era globalisasi. Terdapat peningkatan yang tajam dari segi kuantitas, sehingga dapat ditemukan di hampir semua belahan di dunia, termasuk di negara dunia ketiga. Permasalahan mulai muncul ketika akses agresif dari TNCs mulai mereduksi otoritas negara. Menurut saya disini, negara seringnya gagal untuk melakukan kontrol secara menyeluruh terhadap TNCs, terlebih ketika hal itu berkaitan dnegan portofolio investasi semacam saham. Namun selebihnya, reduksi kontrol negara ini tidak dapat diartikan sebagai keberhasilan mengeliminasi legitimasi negara secara total. Selanjutnya, berkaitan dengan CSR, saya berada dalam posisi sangsi terhadap komitmen TNCs untuk melakukan kode etik tanggung jawab, sebab kalaupun dilaksanakan itu tidak lebih dari sekedar permainan bisnis dan strategi semata.
Referensi :
Barnett, Richard J. & Muller, Ronald. 1984. Menjangkau Dunia: Menguak Kekuasaan Perusahaan Multinasional”. New York
Fakih, Mansour. 2001. “Rntuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi”. Yogyakarta: Insist Press
Salmi, Jamil. 2005. “Violence and Democratic Society”. London
Soederberg, Susanne. 2006. “Global Governance and Corporate Social Responsibility”, dalam Global Governance in Question, London: Pluto Press
Steger, Manfred. 2002. “Globalisme: Bangkitnya Ideologi Pasar”. Rowman and Littlefield Publishers, Inc.
another International relation, business, and many more, you can visit: http://buahpikir-claudya-fisip09.web.unair.ac.id/
another International relation, business, and many more, you can visit: http://buahpikir-claudya-fisip09.web.unair.ac.id/

