Welcome to our website !

Tentang Sesuatu

Segalau apapun, pasti tetap tentang sesuatu, entah Tempat atau Teman, entah Pendapat atau Pengalaman.

kita manusia selalu punya celah untuk mempertanyakan pencipta. bukan begitu?

kita bertanya kenapa harus masuk jurusan ini atau kenapa harus mengalami itu..
dan kita menuntut penjelasan. itu sudah biasa.

tapi kini, pikirkan. apa kita siap jika Dia mengajukan pertanyaan serupa pada kita.

bagaimana jika Dia bertanya: "nak, apa saja yg sudah kau lakukan dengan talenta yg Aku titipkan padamu?"
atau bertanya: "Aku beri kamu tubuh yg sehat, apa yg sudah kau manfaatkan dari situ?"
atau sekedar bertanya: "kau telah Aku tempatkan dengan kehidupan serba nyaman, berapa kali sehari kau ingat bersyukur pada Ku?"

saya membayangkan, betapa hina dan malunya saya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. mungkin hanya bisa membisu.

satu imaji percakapan di pintu surga, belakangan ini benar-benar memberkati saya.

jika saat di surga nanti Tuhan bertanya: 'apa yg kau bawa, hai anakku?'
aku hanya ingin menjawab: 'tidak ada lagi Bapa. semua talenta yg Kau beri sudah aku habiskan selama aku hidup. tak ada lagi yg tersisa di diriku'
aku benar-benar ingin menjawab demikian. karena itu bahkan drama kecil, memegang uang kas, atau sekedar menulis, belakangan aku kerjakan. aku tidak tahu apa bakatku, aku hanya tau ketika ada kepercayaan datang maka itu kesempatan tepat untuk menabung kalimat-kalimat tepat menjawab pertanyaanNya.

sebelum aku yakin bisa menjawab dengan sempurna dan membuat nyata imaji percakapan di pintu surga itu, hanya ada dua yg aku akan belajar lakukan: berkarya dan BERHENTI bertanya :)



kata orang kesendirian itu candu. itulah kenapa orang yg terlanjur lama sendiri enggan mengakhirinya dan terlalu nyaman dengan kesendirian itu.

saya pun sedikit banyak merasakan hal yg sama.. bisa pergi kemana saja, dengan siapa saja dan tak dipusingkan dengan hal-hal khas masa pacaran.
tak ada ketakutan untuk membuat cemburu. tak ada beban untuk melakukan sesuatu dgn orang yg sama secara konsisten. atau kewajiban mengikutsertakan seseorang dalam pilihan-pilihan hidup kita.

tapi semua pandangan itu berubah sejak bulan lalu. kesendirian yg saya rasa nikmat jauh kalah jika dibandingkan kebahagiaan karena memiliki pasangan yg tepat.

saya tidak keberatan untuk mengambil jarak dgn semua teman lawan jenis saya, untuk menjaga perasaan pasangan saya.
saya pun dengan sukacita mengucapkan selamat pagi dan selamat malam ke orang yg sama hari lepas hari. dan ternyata menyenangkan memiliki partner yg kepadanya kita bisa meminta pendapat. dan secara naluriah, keseriusan menatap masa depan juga membuat saya mengikutkan dia dalam mengambil pilihan tertentu.

sesuatu yg awalnya saya rasa akan memberatkan, justru menjadi kenikmatan tersendiri. karena orang yg tepat.

sebulan sudah berlalu. sesekali kami mengalami masalah. tapi itu salah satu cara saling mengenal karakter satu sama lain.
sebulan ini sudah tak terhitung brp banyak sukacita yg dia hadirkan.
dan hari-hari saya dilalui dengan kekaguman karena Tuhan memberikan dia untuk saya.
yg tetap stabil saat saya moody.
yg dengan jujur mengungkapkan kecemburuan.
dia yg sama juga menghibur di tengah dilep parah di suatu pagi.
yg setia menutup hari dengan indah. menjadi teman baik dalam sebuah chat random yg menggembirakan.
dan yg paling favorit adalah bagaimana dia 'memaksa' saya untuk berani melihat masa depan bersama, tanpa lupa mencari cara menikmati masa ini -yg terpisahkan 784 km-

sebuah hubungan dimulai bukan hanya karena rasa tertarik, tapi komitmen untuk saling membahagiakan.
menurut saya hal konyol ketika kita berkata sayang namun disaat yg sama kita tidak berusaha menyenangkan hati pasangan.
dan puji Tuhan, komitmen itu berjalan baik dalam hubungan kami yg masuh seumur kecambah ini.

saya hanya terus bersyukur atas hubungan ini. masih banyak PR bagi kami berdua. tapi jika Tuhan telah memunculkan benih kasih, maka Dia juga yg akan menyediakan pupuk dan hujan dengan kadar yg tepat. sehingga akan muncul bunga dan buah, pun di waktu yg tepat.


dear Riyan Yonathan.. selamat beranjak dr usia kecambah menuju usia tomat.. semoga kita semakin jadi berkat :)
kalian tau apa naluri alami wanita?
moody. kebiasaan belanja ataupun hasrat ingin kurus tidak mendominasi semua kaum hawa. tapil moody adalah bawaan alami yg seharusnya semakin diproses seiring usia.

sindrom moody itu tidak selalu positif bahkan jika boleh saya simpulkan, cenderung negatif. dan tidak salah jika diidentikan dengan sifat kekanak-kanakan. Kemarin, sindrom itu mengusik. tanpa disadari mood saya tiba-tiba memburuk dan sayangnya saat bertelpon dengan Riyan, pacar saya.
tidak banyak antusiasme seperti biasanya.

kadang mood wanita menjadi seperti roller coaster, naik turun tak menentu. itulah kenapalaki-laki moody adalah pilihan beresiko bagi wanita yg sudah dilahirkan dengan kecenderungan fluktuasi hormon. dan satu karakter ini membuat saya makin belajar arti 'sepadan.'

beruntungnya, malam itu dia tidak menanggapi ini dengan amarah yg mungkin akan memperburuk suasana (so boys, you need to do so) justru dengan begitu sabar menanyakan apa saya sedang ada masalah. tanpa banyak mengeluh akan mood saya yg tiba-tiba berubah, dia menghibur saya. dan walaupun ketawa saya kering tak seperti biasanya, dia samasekali tidak menghakimi saya.

kami tutup percakapan dengan doa bersama. melihat kedewasaannya, saya terhindar dari keengganan memimpin doa walau suasana hati tak cukup kece malam itu. sebuah anugerah jika kita bisa menghadap Sang Pemelihara kisah, dalam tunduk syukur bersama.

keesokan paginya sungguh merasa bersalah karena membiarkan durasi telpon setelah dia seharian sibuk justru tidak berkualitas karena mood saya :(

panggilan telpon masuk pagi itu dan tidak lain dari dia seorang. dia dengan nada lembutnya mengucapkan selamat pagi. sama seperti hari-hari lalu, selalu istimewa. dengan nada khasnya dia melakukan satu 'ritual' kami di telpon yg membuat saya hanya tersenyum sembari memegang hp. dan ditutup dgn kejujuran sederhana yg membahagiakan :')

rasa syukur lantas meluap. satu dari selusin harapan telah terjawab.

salah satu yg saya rindukan ada dalam diri pasangan saya adalah: stabil.. yaitu tentang karakter yg akan mengimbangi sisi moody saya sbg seorang sanguin.
dan jelas itu ada dalam diri pasangan saya saat ini.

jika demikian, lalu bagaimana saya bisa berhenti mengagumi Sang Pemelihara kisah kami berdua (?) Dia yg turut tersenyum ketika melihat ada dua jantung anak manusia yg berdegup lebih kencang ketika bertatap muka.

hanya terus bersyukur. Dia bukan sedang memanjakan saya dengan memenuhi apa yg jadi kriteria pasangan yg saya dambakan. namun sedang menghadirkan sosok dengan karakter yg saya butuhkan.
untuk itulah hubungan ini dimulai: menjadi partner yg saling menyeimbangkan dengan penuh kasih.

dan untuk Riyan, bahkan di suasana hati seburuk apapun, ketahuilah itu akan berlalu keesokan harinya. dan bagaimanapun, tidak akan ada masa dimana "saya sedang tidak mood mengasihimu" :)
saya meminta ke Tuhan.
saya meminta banyak hal.
dasar manusia.
dan ketika saya meminta pasangan, saya dengan gentar mengajukan bbrp hal yg saya idamkan ada dalam diri pasangan saya. selusin poin terus ada di angan.
beberapa orang kawan kadang melihat hal itu buruk. mengatur Tuhan untuk memberikan sesuai kriteria saya.

seorang datang seorang lain pergi.
yg saya anggap murni mau berteman kadang mengarah lebih.
list kriteria itu membuat saya sabar menanti. menunggu orang paling tepat yg sesuai dengan poin-poin itu.
dan akhirnya, saat ini beberapa kawan yg awalnya pesimis, justru melihat betapa baiknya Tuhan pd saya. memberikan (hampir) tepat dengan yg saya doakan.

satu poin terlewatkan. tapi itu tidak lain sebagai pengingat, bagaimanapun Dia yg menentukan. saya boleh meminta tapi kedaulatan tetap dalam tangan-Nya.

:) saya tidak pernah menyangka, Tuhan menghadirkan dia, yg memiliki hampir semua hal yg saya doakan :') 

eleos!
ini kisah bukan tentang pasangan. ini hanya antara guru dan siswa yang di pertemukan di satu sekolah dan menemukan banyak sekali hal cocok antara keduanya.

setiap siswa bisa duduk diam mendengarkan pelajaran, menjadi pihak yg "tidak lebih tahu" dibandingkan guru. tapi guru yg beruntung adalah yg menemukan siswa yg juga berdiri memiliki wawasan lebih dari dirinya sendiri.
sepertinya saya ada dalam hitungan "beruntung" itu.. karena saya memiliki murid semacam itu: kathleen (dan nama-nama lain yg akan saya tulis berikutnya)

pernah satu waktu saya dan siswi ini mengobrol panjang tentang wedding industry, karena kebetulan orang tua bekerja di bidang tsb. dan saya hanya takjub menemukan bahwa di usianya dia paham begitu banyak tentang industry yg sedang perlahan saya pelajari sejak usia 21 tahun. begitu pula tentang photography. dia sungguh sudah expert di usianya bahkan jika disejajarkan para mahasiswa yang sekedar menenteng dslr tanpa passion di hatinya.

saya mengagumi orang tuanya. bahkan walau kami tak pernah bertemu.
kelak ketika saya sudah punya anak, saya ingin mendukung apapun hobi positifnya. membantu dia meng explore passionnya tanpa mengurungnya pada idealisme kuno saya sebagai orang tua.

begitu iri dengan dia dan beberapa siswa lain yg sejak SMP sudah tau apa passion nya. ah sungguh! saya pun ingin begitu.
doa saya hanyalah supaya bara passion itu tidak dipadamkan pertimbangan semu semacam: "apa kata orang" dan "berapa uang yg bisa aku dapat"

capture'an tweet ini merupakan award besar bagi saya. 


we just 'click' on so many ways indeed.
so thank you Kathleen!
saya sudah berulang kali jatuh cinta di kelas, tapi di ruang guru sepertinya baru kemarin.
kebetulan saya diberi kepercayaan untuk menghandle sebuah acara sebagai ketua. cukup kewalahan memanage acara ini.
dan di hari H, saya mengucap syukur sekali kepanikan itu sejenak menguap. pagi-pagi seorang rekan guru berkata "miss, que sera sera aja"
perkataan ini menenangkan dengan signifikan suasana hati hari itu. tapi tak berhenti. dukungan para guru yg sangat tanggap dengan berbagai keadaan "di luar rencana" sangat memudahkan saya.
saya tidak akan menyadari betapa saya beruntung punya rekan kerja kooperatif semacam mereka jika saya tidak dibingungkan dengan predikat 'ketua' di acara ini.

one thing we must keep in our mind: the hard time is simply mean that we need other people andshow us who's really care and who's don't..

usai kegiatan di kekosongan ruang guru pasca jam pulang kerja, saya disibukkan dengan pencarian kerja di layar komputer. seorang kawan guru mendekat lalu di tengah keburu-buruannya menghadiri sebuah kegiatan dia menarik kursi lalu menanyakan tentang rencana pasca kerja di gloria. dan dia memberi banyak sekali informasi terkait pekerjaan yg saya minati dana dengan kata-kata yg super positif bisa menyulap atmosfer pencarian kerja dengan menyenangkan..

dengan lega saya dapat menyimpulkan, positive attitude selalu berhasil. jika tidak menyelesaikan masalah tapi setidaknya meringankan beban. jika meringankan beban pun tidak, pasti setidaknya menekan tingkat kepanikan.
pulang malam itu, badan rasanya capek luar biasa. tapi lega tersirat di angan. setidaknya acara yg saya 'garap' melahirkan sukacita dan yg terpenting membuat saya belajar bahwa lirik lagu "smilers never lose and frowners never win" itu memang benar. bad words make everything worse :) so stay positive guys!

jaman sekarang, aplikasi yang mempersempit jarak semakin marak. tapi sore ini. di kala kegalauan melanda, satu-satunya yg saya pilih tetaplah blog ini.

di ruang ini saya bisa dan boleh menulis apapun tanpa khawatir dihakimi. bahkan ketika ada yg berkunjung ke halaman ini, saya tidak akan ambil pusing apakah mereka menghargai ketikan curahan hati saya atau justru mengejeknya.

di instagram saya membagi foto selfie saya pagi ini. penuh raut senyuman. tapi itu bohong. karena sebenarnya muramlah yang paling tepat menggambarkan suasana.
di twitter saya mentweet tentang seni menertawakan diri. tapi hanya sekedar rangkaian kata tanpa bisa saya lakukan.
kenyataannya sosial media yg ada hanyalah topeng. tempat untuk memperlihatkan bahwa hidup kita baik-baik saja. dan bahwa ada banyak ide yang muncul dalam benak yang kita ingin orang lain ketahui.
saya senang dengan blog ini. dia masih jadi tempat curhat paling favorit setelah sang Pencipta.

belakangan saya sedang kehilangan damai sejahtera.
entahlah. sisi sanguinist yang cenderung cuek, lenyap. cenderung terlalu mengambil hati apa yg terjadi. mungkin sedang jenuh. mungkin pula karena banyak hal yang tak bisa saya ungkapkan dengan mudah

saya membayangkan betapa entengnya hidup jika apa yg meresahkan kita bisa seketika diluapkan. tanpa ambil pusing dengan pendapat orang lain.
kenyataannya saya tidak bisa demikian. karena itu saya memilih blog ini dibandingkan segala sosmed yang ada.

kemudahan komunikasi sudah ada di tangan. sayang sungguh sayang, kita kadang lupa yang terpenting bukan seberapa banyak sosial media yang kita miliki tapi seberapa kita sudah memaksimalkannya untuk menjalin hubungan terkhusus menunjukkan sebuah kepedulian.

kadang saya hanya ingin mendengarkan pertanyaan: "are you okay, diss?" 
entah melalui suara ataupun tatapan wajah. dan pertanyaan semacam itu mungkin akan memulai cerita. bosan juga mengetik apa yang ada di bilik hati. kadang hanya ingin segelas minuman segar bersama orang yang menyediakan waktu untuk mendengar.


[dear my unspokenspace] saya harap saya akan jarang membuka mu, blog. saya harap secara lisan saya bisa membagi kegelisahan hati ke orang yg tepat. bukan lagi ke kamu. tapi sebelum itu terjadi, tetaplah setia bersama saya. kelihatannya saya akan sering mengunjungimu dua bulan ini. semoga saja untuk mengetik nada keajaiban bukan penyesalan.

[dear reader] yang jelas, jika Anda membaca post ini sekarang, saya sarankan anda men-chat kawan atau sahabat anda melalui salah satu aplikasi sosmed yang ada. sekedar menanyakan "is everything okay?" mungkin akan jadi awal ampuh untuk seseorang meluapkan apa yang tertahan di hati dan otaknya. dan bahkan siapa tahu dengan pertanyaan sesederhana itu anda menjadi belajar sesuatu.

:) selamat sore (dari sepetak kosan di surabaya)

saya berusaha mencari judul yg dramatis, dalam bahasa inggris. tapi pelafalan ala suroboyo yg sepertinya paling tepat menggambarkan kekaguman saya.

ada banyak post yg ingin saya bagi. tapi entah akan punya cukup waktu atau tidak ditengah menumpuknya pekerjaan. jadi, ijinkan saya rangkum dalam post ini.


april ini sungguh luar biasa. kata orang, jangan hitung hari-nya tapi hitung berkat di dalamnya. dan saya melakukan hal yg serupa.

bulan ini saya mendapatkan banyak jackpot. pertama adalah acara dedicate for life yang saya gagas dan disambut baik oleh rekan pelayanan di gereja. ini adalah proyek yg membuat saya bolak-balik panti asuhan. saya kira akan capek awalnya. tapi justru kegiatan ini menghapuskan keletihan saya di dunia kerja. melihat senyum dan antusiasme para anak panti menyambut kami datang, membayar lelah keringat dari panas angkot.

tapi Tuhan emang gak sekedar baik tapi juga keren. skenario yg Dia siapkan adalah wujud totalitas mahakarya. ahh rasanya pengen jelasin detail apa yg Tuhan kerjakan dalam pelayanan ini. dari gimana Dia campur tangan bantu jualan baju bekas. menggerakkan hati banyak pemuda buat join program ini (sampai melebihi target) dan mengijinkan kami kekurangan hingga berkelebihan. Oh memang Dia Pencipta! 



selain acara ini, april saya diceriakan dengan puncak penanggungan.
so first of all, I wanna thank my good friend: fro! dari keisengan ngobrol, dia dengan ajaib meyakinkan bahwa mendaki penanggungan itu tidak sulit. dan seperti saya tulis di instagram: "rekan yg baik meyakinkan bahwa kamu bisa tanpa membiarkan kamu sendirian melewatinya"
keterbatasan kapasitas fisik (maklum jarang olahrga) ternyata terkalahkan dengan niat. puncak itu saya raih! walau hanya 1653 mdpl, tapi ini adalah pencapaian besar buat saya. puji Tuhan..

dunia kerja juga menghadirkan pertemanan baru. akhirnya punya waktu buat keluar bareng rekan guru cewek. dan yg favorit adalah banyak sekali momen menyenangkan bersama murid di bulan ini.



ohya, ada yg favorit. saya pernah dulu mengucap "pengen deh dateng ke ultah murid" eh bulan ini juga saya diundang ke tiga perayaan ultah siswa. emang Tuhan itu selalu denger kepengen saya :') dan ajaibnya, Dia selalu tunjukkan bahwa Dia peduli akan keinginan (yg kadang konyol) dari saya.



dan besok (21 april) saya bakal mencicipi satu resto baru yg emang uda saya idamkan. lagi-lagi Tuhan kasih persis yg saya mau dengan skenario terbaik.

19 april juga jadi momen bahagia buat saya karena kakak saya ulang tahun. hanya beberapa orang terdekat saya yg paham kenapa saya cinta mati sama kakak saya ini. pemberian paling ajaib dr Tuhan adalah kehadirannya.

dan klimaks sukacita bulan ini adalah kehadiran seseorang. dan dengan bangga saya sebut dia sebagai pacar saya :) 
komitmen setelah saling mengenal lebih dari 2 tahun. dan saling mendoakan lebih dari 1 tahun berpuncak pada sukacita.
saya bangga dan merasa terberkati untuk menyebut dia sebagai partner hidup saya :)
saya bisa bercerita banyak sekali, tapi yang jelas dia benar-benar bukti bahwa Tuhan mencintai saya dan benar, Dia SELALU peduli scara detail akan hidup saya. Riyan adalah wujud pengabulan doa. saya mengasihinya. dan itu artinya, di saat yg sama dia jadi alasan saya untuk semakin mengasihi Pencipta.

yang saya pelajari di bulan ini adalah bahwa ketika kita sejenak menundukkan kehendak kita pada kaki-Nya, itu adalah sebuah investasi besar.

saya tidak pernah meminta apa-apa yg saya dapatkan diatas. saya hanya selalu berbisik dengan gentar akan apa yg saya inginkan. kriteria pasangan, program untuk anak panti, petualangan pendakian, makan di sebuah resto tertentu, dan banyak hal detail lain. tapi justru ketika saya menjadikan Dia sahabat dan tempat pertama saya berbisik, Dia menjadikan itu semua nyata sesuai cara-Nya yg baik.

saya kadang tergoda berpikir "apa kebaikan saya sehingga Pencipta selalu memberi apa yg saya rindukan" tapi itu hanyalah pertanyaan sombong. dan terjawab dengan momen paskah. apa yg saya dapatkan semata karena Dia bermurah, bukan karena saya layak.

sekarang saya adalah seorang jobseeker. di tengah ekspresi santai, ada kalanya saya takut menjadi pengangguran. tapi april ini mengingatkan saya bahwa jika Dia peduli akan hal sekecil makan di sebuah resto idaman, apa iya Dia akan abai akan masa depan saya?

selamat paskah kawan :) sbab Dia hidup, ada hari esok. dan aku tak perlu gentar.
"aku tau ini semua adalah kesia-siaan. tapi Tuhan, raja tua ini juga ingin merasa bangga akan dirinya sendiri"

kutipan dari novel Alchemist karya Paul Coelho menjadi cerminan hati saya di tengah perjuangan mencapai puncak di pendakian perdana ini.

lupakan sejenak quote itu. mari mundur dan biarkan saya menceritakan kisah ini dari awal.

kawan saya Daniel (fro) dalam obrolan kami dengan iseng mengajak saya naik ke penanggungan. saya tau itu hampir mustahil untuk saya iya-kan mengingat kapasitas tubuh saya. tapi somehow teman saya satu ini berhasil meyakinkan bahwa gunung tersebut tidak terlalu mengerikan untuk pemula. asal tubuh fit dan tanpa beban pikiran, cukup.
dasar saya memang ingin, tanpa banyak ragu sayapun mengiyakan.
persiapan yang saya lakukan hanyalah main badminton untuk melatih fisik dan nafas. walaupun saya tau tidak akan berguna banyak. hehe

perjalanan dimulai di siang bolong dari surabaya. bersama dua teman dari Ekonomi Pembangunan Unair. pikir saya: "lagi-lagi menyusup"
setelah melakukan hal senada di perjalanan ke pulau menjangan.

setelah melewati gerimis kecil di daerah porong, kami melanjutkan perjalanan hingga masuk ke daerah trawas. singkat cerita kami sampai di pelawangan gunung tsb saat matahari sudah bersiap terbenam. perjalanan menuju puncak bayangan kami mulai sekitar setengah enam. keuntungan perjalanan malam adalah tidak melihat seberapa jauh rute yg masih haus ditempuh.
saya belajar sesuatu, kadang kita harus melupakan sejenak keseluruhan perjalanan dan cukup memikirkan dua hal: satu tapak di depan dan puncak itu sendiri.

empat jam kemudian kami sudah siap memasang tenda dan memasak makan malam di tengah rasa pegal kaki dan badan. susu sereal hangat ditambah sandwich ala kadarnya benar-benar terasa nikmat.
rute yg dilewati cukup sulit mengingat malam itu hujan tak kunjung lelah. licinnya tanah menambah tantangan. namun bayangan puncak sungguh menguatkan.

kami hanya tidur tiga jam. sebelum jam 3 pagi bergerak dari puncak bayangan menuju puncak sesungguhnya.
lelah raga terlupa, dengan semangat keindahan matahari terbit di ketinggain 1653 mdpl tersebut. dari berempat hanya saya dan fro yang memutuskan lanjut hingga puncak. untungnya ada teman fro, si moth dan rekan se-UKM nya (sinematografi) yg meramaikan rute miring dan curam khas penanggungan. bukan hanya kaki yg bekerja, otak dan tangan pun wajib berkoordinasi dengan baik memilih tapak-tapak yang aman.

saya sempat jalan sendirian cukup jauh, karena fro menemani lina yang akhirnya memutuskan berhenti di tengah jalan dan kembali ke tenda. di saat itu, saya menangis (dalam artian sesungguhnya), saya tidak percaya bahwa saya bisa. membuktikan ke sisi pengecut saya bahwa dia salah, itu MELEGAKAN.
hingga di puncak, air mata haru harus ditahan akibat terlalu ramai pendaki lain. kekaguman akan lukisan Pencipta dengan matahari dan awannya sungguh membayar perjalanan 6 jam yang sungguh basah dan membuat lelah.

seperti kutipan di awal tulisan ini, ini hanya kesia-siaan. toh yang menganggap ini hal besar hanya saya sendiri. hanya saya yang tahu arti bangga akan 1653 mdpl itu. tapi, biarlah, siapa peduli. to give your self a credit and proud, is a must!

jika ditanyakan apa saya akan mengulangi melakukan pendakian(?) jelas saya jawab IYA. tak peduli berapa biru njarem di sekujur kaki, tak peduli seberapa hitam warna kulit bertransformasi, saya akan tetap melakukannya.

saya masih lebih mencintai pantai, tapi puncak gunung memberikan apa yang tidak pernah diberikan oleh hamparan laut: KEBANGGAAN.



terimakasih kelas 9! selamat lulus SMP!
selamat memasuki masa putih abu-abu yg sering dibilang sbg masa paling indah.
grab every opportunity and have fun!



-with love, miss Adiss.