kemarin: “selain doa, apa dis yg bisa aku bantu?”
sekarang: “selain ngasih semangat, apa dis yang bisa aku bantu?”
dua pertanyaan sederhana yang memecahkan keheningan malam, dari dua orang yg berbeda :’) jawabanku sama: “bawa aku ke brazil, negara yang aku angkat di skripsi”
:’D sebenernya, nanyain keadaanku, apalagi kalau ditambah doa n semangat itu uda melebihi satu tiket ke Brazil :’)
Sudah tidak bisa meminta yang lain.. perhatian sederhana itu menguatkan.. itu cukup, teman :) terimakasih :)
Make-up alias dandan sepertinya adalah bagian tidak
terpisahkan dari kehidupan seorang perempuan, masalahnya adalah, saya samasekali
tidak meminati hal itu. Oke, saya punya bedak, mascara, body lotion, pemakai
setia conditioner, tapi dandan disini adalah sikap yang benar-benar
mempedulikan penampilan, yang biasanya ditambah dengan kebiasaan ‘modis’ :) Saya
merasa saya samasekali tidak modis, dan tentang dandan? Jangan tanya. Kecuali conditioner,
semua produk bisa bertahan lebih dari satu tahun. Jangan heran, jika saya hampir tidak pernah menggunakan jaket ditengah terik surabaya, saya lebih menderita hidup tanpa minyak kayu putih dibandingkan tanpa parfum, saya selalu rajin memotong rambut sebulan sekali, dan kenaikan berat badan adalah hal terakhir yang saya pikirkan saat ingin melahap makanan enak :) itu saya ^^ tumpukan sikap-sikap cuek yang mengalir, melupakan paradigma dunia yang terus berteriak 'cantik itu putih, wangi, berambut panjang, dan kurus'
Ada banyak yang
mempertanyakan kebiasaan cuek saya tentang ini.
So, semoga ini jadi jawaban..
pertama, saya tipe yang sangat menghargai ketepatan waktu, sebisa
mungkin saya akan mengusahakan itu. Masalahnya adalah saya bertemu dengan
satu-dua orang yang hampir selalu terlambat dan terburu-buru ke suatu acara
karena begitu banyaknya goresan make-up diwajah, dari eye liner, eyes shadow,
blush on, dan sebagainya. Ini satu alasan utama, kenapa saya sejauh ini tidak
berminat alias enggan untuk menjadi tipe yang gandrung dandan.
kedua, ini tentang pengeluaran. Saya bukan mahasiswi dengan
jatah bulanan yang melimpah, dan jika harus memilih jelas saya lebih suka
membeli makanan enak daripada berbagai perlengkapan make-up :) saya pernah mengenal satu-dua orang yang demi membeli make-up etude dan pakaian zara, harus menyiksa diri makan mie instan dan susu sereal setiap hari -_- penderitaan berkepanjangan untuk penampilan
ketiga, saya belum menemukan alasan untuk siapa saya perlu
menjadi cantik. entah dari mana, saya punya pemikiran semacam ini: jika saya
mengusahakan cantik sedemikian ketika saya berstatus ‘sendiri’ saya agak
khawatir nantinya seorang pemuda jatuh hati karena wajah saya, bukan PD sih,
tapi itu nature lelaki yang lemah di mata, bukan begitu? lagipula saya hanya
berharap pemuda yang jatuh cinta pada saya adalah orang yang sama yang akan
menghabiskan puluhan tahunnya bersama saya, which mean, dia akan melihat rambut
singa saya saat bangun tidur dan wajah kusam pagi hari. Jaminan bahwa dia akan
tetap menerima saya bagaimana buruknya penampilan saya nantinya ketika keriput dan beruban, dimulai dengan
titik awal alasan jatuh cinta itu, tentang karakter dan bukan penampilan saya.
Saya akan mulai belajar lebih ‘mawas’ terhadap penampilan
saat saya benar-benar tau saya sudah cukup mahir dalam memanage waktu (alasan
poin 1) dan ketika ada cukup budget untuk itu (alasan poin 2), tapi terutama
adalah ketika saya sudah memiliki seseorang secara khusus yang membuat saya
selalu ingin tampil lebih baik untuk dia, untuk keluarganya, untuk
teman-temannya :) ya, tidak jauh berbeda dengan seorang istri yang berusaha
terus menghidangkan masakan nikmat, agar suami mendapat pujian ‘kamu beruntung
punya istri semacam dia’ :’)
saya rasa, besar kemungkinan tidak hanya saya yang berpikir seperti ini :) pasti ada gadis lain yang juga berpikir hal yang sama ^^
akhirnya menulis tentang satu pengalaman istimewa saat kuliah: KKN-BBM= kuliah kerja nyata belajar bersama masyarakat ^^
sedari awal sudah diinfokan ada lima pilihan kota: Surabaya, Sidoarjo, Madura, Bojonegoro, Probolinggo
dan, sedari awal sudah berharap kebagian kota probolinggo ^^ dan dari awal juga saya sudah berkata dalam hati, seperti apapun kelompoknya, saya tidak akan pindah atau berusaha bertukar..
dan dianatara segala ketidakpastian, Tuhan mengijinkan saya untuk dapat desa Kedasih.. dan lebih dari itu, saya mendapat teman-teman yg luar biasa..
hampir semua kisah KKN itu berkesan, dan saya tidak mengatakan kisah saya dan teman-teman Kedasih ini kisah paling keren, saya hanya ingin berbagi seberapa KKN ini menjadi berkat dan mengijinkan saya menjadi berkat..
pertemuan pertama selalu biasa, walaupun sudah ada bibit-bibit 'ramai' dari setiap anak..
rapat, survey, dan akhirnya 28hari tinggal serumah membuat saya menemukan keluarga baru..
posisi desa kedasih itu pedalaman sulit sinyal dan harus menempuh berkilo-kilo untuk ke indomaret, yang artinya tidak ada pilihan lain selain betah dirumah dengan segala kegilaan yang kami nikmati bersama..
ada banyak dan banyak sekali tumpukan cerita yang bisa saya bagi, momen-momen gila memasak, 'gesekan' beberapa pihak, kejutan setiap ulang tahun, apalagi kalau menceritakan khas-nya masing-masing anak :') tidak ada habisnya.. bahkan saya tidak berhenti tersenyum sendiri saat mengetik ini..
intinya, kami adalah keluarga dan kami menamakan diri kami KELUARGA BENCANA.. ini bukan hanya sekedar nama, kami bahkan punya susuna keluarga.. setiap orang punya julukan khusus, dan seberapapun ada 'gesekan', semacam ada perasaan hangat yang menyatukan ^^
karena terbatasnya jari untuk mengetik dan terlalu manisnya kisah yang menggelitik, semoga foto-foto dibawah ini sedikit memberikan gambaran keluarga baru ku, keluarga bencana kedasih :')
![]() |
| para penjudi yang kalah -_- haha |
| penyambutan, hari pertama masuk desa ^^ |
ini hari pertama tiba di desa, hari pertama petualang yang luar biasa, para wanita-wanita cantik berdiri tangguh diatas pick-up menjaga tumpukan koper.. mengarungi bukit-bukit terjal yang LUAR BIASA indah.. segala kelelahan dan kesakitan selama menjadi koper keeper terbayar saat melihat keramahan para anak2 desa itu :')
| disela waktu, dirumah penuh kehangatan ^^ |
ini kami, saat tidak ada proker, kami bercengkrama di satu ruangan utama, kadang dengan cerita menyeramkan, kadang tentang gosip percintaan, kadang hanya untuk mengabadikan senyum ditumpukan kenarsisan ^^
| saat saya ultah ^^ dengan hadiah? kembalinya bebe saya :) hehe |
ini saya, saat ultah.. puji Tuhan usia 20 saya dapatkan saat ada di KKN ini.. sebenarnya gak ikhlas tanpa keluarga.. tanpa banyak ucapan (mengingat sinyal yg berbatas).. tapi mereka menyiapkan satu kejutan sederhana, yang setidaknya menegaskan bahwa 12 juli tetap jadi hari istimewa :') terimakasih ^^
| @teras rumah tiap sore. mengajari anak SMP bahasa inggris |
saya kebagian mengajarkan bahasa inggris untuk anak-anak SMP.. awalnya dibutuhkan banyak sekali kesabaran, ketimpangan pendidikan yang saya pelajari di bangku kuliah nyata disini.. setelah saya sempat menjadi guru privat Patrick (anak kelas 2 SD - santa maria surabaya), dan membandingkan kemampuan bahasa inggris anak-anak SMP di desa ini.. dan dalam prosesnya saya tau, kesabaran tidak cukup. harus ada dedikasi dan ketulusan :') dan puji Tuhan mereka betah hingga akhir datang setiap sore untuk mendengarkan materi-materi bahasa inggris dari saya :')
| @proker - sekolah heboh |
| :') berkesan sekali mengajari menulis |
| KB in holiday - BROMO |
| KB in holiday - Madakaripura |
| tempat para 'murid'ku bersekolah ^^ |
| KB in holiday - perbukitan sekitar desa |
kami berlibur, kami saling berbagi, tapi yang terpenting kami bersama ADA untuk mengabdi :')
AHA: Arlan, Helen, Adis ^^ trio kwek-kwek beraksi seharian, melihat ending dari twilight saga ini :)
16112012 bukan tanggal yang cantik, tapi begitu menyenangkan dimulai dari mengantri 40 menit, insiden tukang parkir, dan bapak taxi yang sulit diajak komunikasi.. ditambah dengan beberapa keceriaan kami bertiga ^^ dan pastinya wajah-wajah cakep vampir dan manusia serigala ditambah alur cerita yang tidak terduga! perfecto!
aku nyanyi !! salah satu indikator aku udah nyaman dengan sebuah pertemanan adalah aku BERANI mengeluarkan suara hancurku ^^ dan nyatanya aku berani nyanyi kemarin, apalagi yang kalian pertanyakan tentang pertemanan ini? :)
![]() |
| beraksi di CALAiS - Grand City.. |
ini cerita sederhana 1 koko ganteng dengan dua bidadari cantik :D
nantikan aksi trio kwek-kwek berikutnya ^^
"if you are looking for a friend who is faultless,
then you will find yourself friendless":')
every one became special because a specific reason, but somehow there's some point when you wake up and realize that something has changed, and that specific reason are gone. and there's another chance that they do something terrible, greatly below under your expectation.
but, it doesn't really matter. we live in imperfect life, so why we do not deal with that, and take a decision to remind each other, and take a little better step? :)
in fact, we tend to blame others and simply forget how precious these friendships. sometimes we judge that they have hurt us, while we might get hurt because of our own excessive expectations on them :)
"kuat, itu bukan hanya soal dikuatkan, tapi juga bagaimana menguatkan"
(Daud Yudhistira S, 2012)
kata orang itu adalah semester yang sangat sangat berat.
kata orang akan ada banyak hal (buruk) yang terjadi diluar dugaan.
kata orang kamu akan menemukan banyak alasan untuk menyerah
ya, itu semua kata orang tentang semester 7. dan aku? tidak, aku mendapatkan mungkin yang lebih buruk.
ini semester dimana aku menjadi sangat rapuh.
dan kalau orang menilai itu karena tuntutan kuliah, terkhusus skripsi, itu salah.
karena jika memang ingin rapuh mungkin saat semester empat dan lima, saat jumlah tugas melebihi jumlah hari dalam seminggu.
adapula yang menilai aku takut jaminan masa depan setelah kepergian papaku, dan kenyataannya itu tidak pernah benar-benar menggelisahkan hati. cukup yakin bahwa aku tidak akan kelaparan.
satu hal yang membuat aku begitu rapuh adalah kenyataan bahwa aku sendirian. itu saja.
memang, ada banyak teman dan sahabat yang mendukung. tapi mereka, yang paling berharga dihidupku justru seakan tutup mata dan menilai aku cukup kuat untuk menghadapi tekanan semester ini sendirian.
keluarga ku? kemana kalian? mungkin kesedihan akibat perginya papa terlalu mendalam dan melupakan bahwa masih ada aku yang butuh dukungan :(
hal yang sangat berat dan hal buruk diluar dugaan, itu jelas terjadi, dan jelas menuju ke premis ketiga, itu semua jadi alasan untuk menyerah.
dan saat terdiam, saat berbagi dengan dua teman yang kuanggap cukup dewasa untuk memberi masukan yang berhikmat, aku tersadar sesuatu:
mungkin inilah waktu, satu kali semester tujuh, dimana menjadi momen untuk satu langkah lebih kuat, satu tahap lebih bijak. tidak mudah, aku tahu itu. kenyataannya yang membutuhkan dukungan bukan saja aku, tapi kakak perempuan dan mama pun tidak kalah butuh untuk dikuatkan. dan siapa lagi jika bukan aku?
dua orang yang berbeda, dalam waktu yang berbeda, sama-sama mengingatkan tentang ini. sepertinya Tuhan ingin menegaskan. awalnya merasa aku paling kecil disini, dan kenapa harus aku yang menguatkan mereka? merekalah yang bertanggungjawab hal itu padaku. namun, kasih yang sebenarnya tidak demikian. harus lebih kuat untuk menguatkan dan harus lebih bijak untuk dapat meresponi semua yang terjadi.
pasti ada alasan mengapa ini terjadi di semester tujuh, walaupun tidak utuh memahaminya, tapi salah satunya adalah setidaknya Tuhan telah persiapkan di enam semester sebelumnya. dan dengan mengingat betapa penyertaanNya luar biasa di enam semester yang telah berlalu dan sepanjang hidupku, pada akhirnya menyerah tidak lagi menjadi sebuah pilihan :')
ini 9 hari setelah kepergian papa,
sedih itu masih ada.. tapi yang paling menyiksa adalah bertumpuknya pertanyaan kepada Tuhan.
tapi inilah yang harus saya terima, dan inilah yang terbaik menurut Bapa. kehilangan papa dimasa penghujung kuliah, ditengah saya menghadapi apa yang dinamakan SKRIPSI, justru saya mendapati bahwa saya sendiri. tapi itu bukanlah alasan untuk mengingkari bahwa masih ada tanggung jawab yang menanti untuk dituntaskan. dan pada akhirnya, ingatan tentang papa selalu cukup jadi kekuatan untuk tidak menyerah.
ya, saat mengingat bagaimana dia mendoakan saya. mengingat betapa mesranya ciuman dikening disetiap saya akan kembali ke surabaya. mengingat betapa dia mengusahakan yang terbaik. Beliau bukan papa yang sempurna, percayalah. tapi ingatan akan setiap lemah dan salahnya tidak akan berguna apa-apa. itu pilihan saya, untuk berusaha menghargai apa yang baik yang telah dia lakukan, dan pada akhirnya dia tetap ayah saya, satu-satunya papa, tidak akan terganti. :')
dan ditengah terpaan pertanyaan yang berkecamuk di hati saya, saya belajar untuk tetap berusaha, melakukan yang terbaik :') semoga ini pilihan yang cukup bijaksana..
sedih itu masih ada.. tapi yang paling menyiksa adalah bertumpuknya pertanyaan kepada Tuhan.
kenapa tidak menunggu aku wisuda?
kenapa tidak menunggu kakak perempuan ku menikah?
kenapa ini, dan kenapa itu
tapi inilah yang harus saya terima, dan inilah yang terbaik menurut Bapa. kehilangan papa dimasa penghujung kuliah, ditengah saya menghadapi apa yang dinamakan SKRIPSI, justru saya mendapati bahwa saya sendiri. tapi itu bukanlah alasan untuk mengingkari bahwa masih ada tanggung jawab yang menanti untuk dituntaskan. dan pada akhirnya, ingatan tentang papa selalu cukup jadi kekuatan untuk tidak menyerah.
ya, saat mengingat bagaimana dia mendoakan saya. mengingat betapa mesranya ciuman dikening disetiap saya akan kembali ke surabaya. mengingat betapa dia mengusahakan yang terbaik. Beliau bukan papa yang sempurna, percayalah. tapi ingatan akan setiap lemah dan salahnya tidak akan berguna apa-apa. itu pilihan saya, untuk berusaha menghargai apa yang baik yang telah dia lakukan, dan pada akhirnya dia tetap ayah saya, satu-satunya papa, tidak akan terganti. :')
dan ditengah terpaan pertanyaan yang berkecamuk di hati saya, saya belajar untuk tetap berusaha, melakukan yang terbaik :') semoga ini pilihan yang cukup bijaksana..
The best feeling in the world is realizing that you're perfectly happy without the thing you thought you needed.
hari ini (13 Oktober 2012) jadi hari yang begitu sempurna. bukan karena ada uang tambahan di ATM saya, bukan karena tiba-tiba saya menjadi populer, bukan karena saya bisa makan di tenpat yang mewah.. hanya karena bisa menghabiskan waktu dengan ceria dan penuh tawa bersama sahabat tercinta.
tapi bukankah pada kenyataannya, kita sering berpikir bahwa itulah yang kita perlukan, at least sebagai alasan kuat untuk bahagia? pada akhirnya perasaan terbaik adalah ketika kita 'dipermalukan' dengan asumsi kita sendiri, dan itu semua tidaklah terlalu berarti..
![]() |
| bermodal 34ribu ^^ untuk bertiga.. |
![]() |
| ngopi dan uno ^^ |
dengan modal kurang dari 20ribu saya sudah bisa bersenang-senang dengan penuh tawa..
tanpa harus makan di restoran mewah, saya merasa kenyang dan gembira..
dan walaupun tidak menjadi populer, saya tidak pernah kebingungan mencari seseorang atau beberapa orang untuk berbagi bersama :) dan itu cukup.
beginipun sudah menyenangkan :')
![]() |
| smile of Jadden |
ini cerita tentang satu hari yang Tuhan siapkan untuk sekali lagi meingatkan betapa beruntungnya kita, mungkin secara pribadi aku sendiri hari ini. ^^
saat aku pikir kita butuh banyak alasan untuk bersyukur, dan dalam waktu yang bersamaan kita justru menemukan banyak alasan untuk mengeluh. tidak cukup kaya untuk membeli barang-barang mewah, tidak cukup cantik untuk menjadi idola, tidak cukup pintar untuk menjadi sarjana 3,5tahun.
tapi, bukankah hidup dengan keluarga yang lengkap juga anugerah? punya indera yang lengkap itu juga anugerah? dan banyak lagi..
ini tidak akan saya sadari jika tidak melangkah keluar, berusaha menginterupsi setiap penyesalan dan bergabung untuk satu kegiatan bakti sosial. inipun bukan kebetulan, dan cukup jadi alasan untuk disyukuri..
| bukan dengan tangan hampa datang mengunjungi Panti Asuhan asih Agape- Kembang Kuning |
| uk3 family ^^ |









